Antara Bekasi dan Jakarta

Ilustrasi. Jalan. (photo credit: Giovanni Caldara)

Ilustrasi. Jalan. (photo credit: Giovanni Caldara)

Antara Bekasi dan Jakarta
terbentang cerita
ketika mengawali hari,
lalu mengakhirinya

Tiap hari melaju
menggapai cita dan saat ini memang hanya cita

Antara Bekasi dan Jakarta
terbentang jalan yang penuh debu dan berongga
tiap kali melintas
tiap kali juga terlintas

Benarkah jalan ini yang benar-benar benar?

Antara Bekasi dan Jakarta
aku melewati jalan yang melawan arah:
arah keraguan dan keresahan.
dan yang membuat ragu-ragu memang sudah seharusnya kita lawan!
jangan jadi peragu
karena ragu-ragu itu sifat setan!

Teringat mimpi yang perlu segera terealisasikan
semua ini harus berjalan sesuai skenarioku dan juga skenario-Nya

Di antara Bekasi dan Jakarta
terbentang rencana-rencana
namun, manusia hanya bisa merencanakan
jangan lupa, Tuhan adalah sebaik-baik perencana

Antara Bekasi dan Jakarta
aku melewati jalan ini dalam diam
di ujung sana pasti ada yang menunggu
bidadari-Nya menunggu………
kesiapanku.

Kesempatan

Banyak kesempatan yang datang. Begitu juga dengan kesempatan yang berlalu begitu saja. Lengah sedikit, kesempatan hilang. Menunda, sama saja dengan membunuh secara perlahan.

Banyak hal yang bisa terjadi. Banyak juga dari hal-hal tersebut yang tak sesuai dengan yang kita inginkan. Apa yang bisa kita perbuat? Berdiam dan menunggu sepertinya bukan jawaban yang tepat. Persiapkan diri sebaik mungkin, sepertinya itu lah jawabannya.

Growth

sumber: https://www.flickr.com/photos/joel_r/

Ah, dunia ini. Kenapa tak bisa kita atur sesuka kita.

Kenapa tak bisa kita susun sedemikian rupa. Merapihkannya sesuai dengan kadar kenyamanan kita sendiri.

Ah, dunia ini. Pasti selalu ada penolakan.

Pasti akan ada yang meragukan dan menertawakan, atau bahkan mencemooh kita.

Namun, itulah hidup. Itulah indahnya hidup. Kita hidup di dunia yang indah sekali, bukan? Ketika hal-hal yang berlawanan, berkumpul menjadi satu. Mereka saling berinteraksi. Merekalah tinta-tinta kehidupan yang sebenarnya, sehingga hidup menjadi penuh warna.

Bergeraklah. Mari kita berikan warna-warna indah untuk dunia ini.

Ambil cepat kesempatan yang ada. Atau ciptakan kesempatanmu sendiri.

Siap.. Kita harus siap!

Mendukung Bisnis Teman

Saya memiliki beberapa teman yang sedang menjalani sebuah bisnis atau usaha, di antaranya ada yang berkutat di bidang jasa pembuatan website, jasa pembuatan aplikasi, jasa pop art wajah, dan banyak lagi yang lainnya. Selain dalam bidang teknologi informasi, ada juga teman saya yang sedang berbisnis makanan. Misalnya, sosis laraz, yang dari penamaannya pun cukup unik. Kepanjangan dari laraz adalah laku kerazzz :)

Saya salut kepada mereka yang berani mengambil resiko dengan menjadi seorang pebisnis atau pengusaha. Banyak sebenarnya tantangan ke depannya yang mungkin belum mereka hadapi. Tapi, yang jelas, para pebisnis tersebut harus memiliki mental baja. Tidak boleh cengeng dan harus tangguh bila nantinya menghadapi kondisi separah apapun.

Mendukung Bisnis Teman

Mendukung Bisnis Teman

Bagi sesama pebisnis, sebenarnya kita perlu untuk saling mendukung dan saling bersinergi. Banyak sekali manfaat yang bisa didapat, salah satunya adalah market yang tentu saja bisa meluas karena memanfaatkan koneksi-koneksi sesama pebisnis.

Tak hanya sebagai sesama pebisnis saja. Misalnya kalian belum terjun ke dunia usaha, kalian juga sudah seharusnya men-support teman kalian yang sedang menjalani usahanya tersebut. Memang sudah seharusnya kita saling memakmurkan. Kasarnya, kenapa kita cenderung lebih suka memilih memakmurkan orang-orang yang tidak kita kenal (dengan membeli produk-produk ternama), padahal kita juga bisa memakmurkan orang-orang yang kita kenal (dengan membeli produk milik teman). Jangan pernah ada perasaan gengsi ketika membeli produk teman yang notabene misalnya belum terlalu “keren” tersebut. Selalu beri masukan dan beri dukungan kepadanya.

Saya punya pandangan seperti ini,

“Kita harus saling membantu satu sama lain. Ketika ada yang meminta bantuan kita, bantulah selagi kita bisa. Namun, ketika kita yang membutuhkan bantuan, maka tidak usah bingung lagi. Yakinlah, Allah¬†bersama kita. Yakinlah, kita dikelilingi oleh teman-teman terbaik kita, yang senantiasa membantu kita di kala kita membutuhkan bantuannya.”

Yuk, saling mendukung dan membantu satu sama lain. Apalagi bagi yang sesama muslim. Ingat, sesama muslim itu bersaudara. Hehe, iya, hubungan kita lebih dari teman, bro. Kita bersaudara :)

Wisuda Lagi

wpid-img_20151012_184858.jpg

Wisuda kedua kalinya. Alhamdulillah, terima kasih semuanya. Atas doanya dan atas supportnya.

image

Ini amanah. Apa yang telah saya dapatkan sampai saat ini pasti bukanlah hanya untuk diri saya sendiri. Ini untuk semuanya. Ilmu yang saya pelajari pasti ada pertanggung-jawabannya nanti bila saya tak mengamalkannya.

Banyak pihak yang telah berjasa mengantarkan saya sampai ke titik sekarang ini. Maaf saya belum bisa membalas banyak kepada kalian semuanya.

Btw, sempat pegal juga tadi menunggu panggilan untuk naik ke atas panggung dan bersalaman dengan rektor. Iya apalagi lulusan S2 mendapat kesempatan terakhir naik ke atas panggung sesudah S3, D3, dan S1.

Tapi, tak masalah. Mungkin di situ letak serunya dalam proses wisuda. Menunggu.

Sekarang proses wisuda telah selesai. Saatnya kembali ke realita yang sebenarnya, di mana ujian-ujian kehidupan banyak menghampiri kita.

Yuk, mari kita kembali melanjutkan mimpi menggapai cita. Semangat, guys. :)