Dampak Revolusi Industri 4.0 untuk Indonesia – Kuliah Online Forda

[11/15, 20:40] Odoj Miti Dimas Prabu: Assalamualaikum wr. wb
[11/15, 20:40] Odoj Miti Dimas Prabu: Baik
[11/15, 20:40] Odoj Miti Dimas Prabu: Terima kasih kepada rekan-rekan dari Forum Pemuda Masjid yang telah mengundang saya malam hari ini
[11/15, 20:41] Odoj Miti Dimas Prabu: Maaf, jaringan saya agak lambat disini. Jadi mohon maaf sebelumnya agak slow response
[11/15, 20:42] Odoj Miti Dimas Prabu: Jadi, karena beberapa malam ini karena saya lagi kepengen banget makan rendang. Jadi, saya akan coba bahas rendang terlebih dahulu
[11/15, 20:43] Odoj Miti Dimas Prabu: Sebut saja didekat rumah saya ada penjual rendang yang enak sekali
[11/15, 20:43] Odoj Miti Dimas Prabu: Seperti yang kita tahu memasak rendang itu cukup kompleks dan bikin repot
[11/15, 20:45] Odoj Miti Dimas Prabu: Penjual rendang itu setiap kali memasak rendang akan memasak secara manual. DIa akan mencuci bahan makanan, mengupas, meotong denga pisau tangan, mengulek, meracik bumbu dan lain-lain sehingga sampailah untuk kita makan
[11/15, 20:45] Odoj Miti Dimas Prabu: Pada suatu ketika, rendang ini masuk tipi dan media massa. Sehingga kemudian banyak order yang berdatangan.

Penjual rendang ini kemudian kewalahan
[11/15, 20:47] Odoj Miti Dimas Prabu: Sehingga penjual rendang ini mengumpulkan teman-temannya untuk membantu dia bikin rendang.

Penjual rendang ini kemudian melakukan pembagian-pembagian kerja serta standarisasi waktu dan kualitas agar produk rendang yang dia keluarkan ini tetap sama dan waktu selesainya cepat
[11/15, 20:47] Odoj Miti Dimas Prabu: Pembagian kerja ini dalam perspektif Teknik Industri disebut dengan “division of work”.

*Division of work merupakan kunci dari Revolusi Industri Pertama*
[11/15, 20:50] Odoj Miti Dimas Prabu: Dahulu pada saat sebelum Revolusi Industri Pertama terjadi, pekerjaan masih terbatas dengan menggunakan cara manual.

Manusia yang ingin membuat pekerjaan mereka lebih cepat kemudian melakukan standarisasi waktu untuk setiap pekerjaan sehingga hasilnya bisa terukur dan terselesaikan.

Hal ini juga dibantu dengan hadirnya mesin uap sebagai teknologi pertama.

Dari sinilah kemudian manusia bisa menciptakan barang lebih cepat dan lebih banyak dari sebelumnya
[11/15, 20:52] Odoj Miti Dimas Prabu: Sejarah kemudian mencatat akhir Revolusi Industri Pertama ini adalah pada saat Perang Dunia Pertama.

Division of work dan mesin uap ini turut membantu teknologi seperti senjata api juga ikut berkembang sehingga senjata api dapat dibuat secara massal
[11/15, 20:52] Odoj Miti Dimas Prabu: Nah, kita kembali lagi ke rendang. Masakan favorit semua orang Indonesia 🙂
[11/15, 20:53] Odoj Miti Dimas Prabu: Karena semakin banyak order rendang yang masuk , maka si penjual rendang mulai melihat banyak teman-temannya yang kelelahan
[11/15, 20:54] Odoj Miti Dimas Prabu: Terus si penjual rendang kemudian mikir : Oh, bagaimana ya jika pekerjaan membuat rendang ini kita buat otomatis?
[11/15, 20:55] Odoj Miti Dimas Prabu: Jadilah si penjual rendang ini membeli blender, mesin pemotong makanan, pencuci piring otomatis dan microwave
[11/15, 20:55] Odoj Miti Dimas Prabu: Tentunya barang-barang teknologi ini dipakai untuk proses-proses yang masing membutuhkan pekerjaan manusia
[11/15, 20:56] Odoj Miti Dimas Prabu: Nah, si penjual rendang ini akhirnya memasuki *Revolusi Industri Kedua*

Dimana proses produksi digerakkan oleh listrik, dan otomasi mulai dibuat untuk mempercepat proses produksi di industri
[11/15, 20:57] Odoj Miti Dimas Prabu: Masih kembali ke penjual rendang 🙂
[11/15, 20:59] Odoj Miti Dimas Prabu: Suatu kala, si penjual rendang ke sebuah toko elektronik. Dia kemudian bertemu dengan sebuah produk microwave yang bisa memanaskan sendiri masakan rendangnya tanpa perlu dia set secara manual.

Kemudian karena tertarik dia belilah microwave ini untuk kebutuhan rendangnya
[11/15, 21:01] Odoj Miti Dimas Prabu: Microwave tersebut bisa melakukan kerja otomatik karena didalam microwave tersebut terdapat komputer kecil yang sudah diprogramkan oleh sang programmer.

Inilah yang disebut dengan *Revolusi Industri Ketiga*. Saat proses produksi sudah mulai dibantu oleh komputer.

Dahulu teknologi yang pertama kali memulai revolusi industri ketiga ini adalah pengembangan PLC
[11/15, 21:02] Odoj Miti Dimas Prabu: Setelah beberapa waktu berlalu, tiba-tiba si penjual rendang menemukan sebuah lemari es yang canggih ebner
[11/15, 21:02] Odoj Miti Dimas Prabu: Lemari es ini bisa terkoneksi dengan internet dan menggunakan server di cloud.
[11/15, 21:03] Odoj Miti Dimas Prabu: Lemari ini bisa membaca barcode makanan rendang yang si penjual rendang ini berikan untuk dikoneksikan dengan internet.
[11/15, 21:04] Odoj Miti Dimas Prabu: Lemari es ini kemudian menggunakan algoritma khusus untuk kemudian memesan bahan baku rendang di kala stok dalam lemari es sudah habis
[11/15, 21:05] Odoj Miti Dimas Prabu: Lemari es ini juga memiliki teknologi khusus untuk memprediksi kapan kita harus menghemat energi
[11/15, 21:06] Odoj Miti Dimas Prabu: Lemari es ini sebuah miniatur dari Revolusi Industri 4.0

Dimana interaksi antara Komputer, Seluler, Cloud, dan data mining menjadi satu.
[11/15, 21:06] Odoj Miti Dimas Prabu: Dengan adanya interaksi antara teknologi ini, maka proses produksi bisa dilakukan semakin efektif dan efisien untu
[11/15, 21:07] Odoj Miti Dimas Prabu: untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya
[11/15, 21:09] Odoj Miti Dimas Prabu: Revolusi menunjukkan kata perubahan besar dalam sebuah sistem atau proses sehingga sebuah sistem tersebut bisa berubah secara keseluruhan.

Masing-masing dari perubahan dari segi teknologi di fase revolusi industri ini telah mengubah kehidupan manusia juga menjadi lebih cepat
[11/15, 21:10] Odoj Miti Dimas Prabu: Dari penjelasan saya tentang rendang dan revolusi industri ini, kira2 apa yang bisa kita lihat?
[11/15, 21:12] Odoj Miti Dimas Prabu: Pertama, definisi “Industri” mengalami lompatan. Industri tidak lagi hanya “industri manufaktur” atau pabrik saja.

Tapi kini kita lihat ada industri telekomunikasi, industri jasa, dan industri IT. Semua itu kemudian berintegrasi menajdi satu
[11/15, 21:13] Odoj Miti Dimas Prabu: Kedua, tidak semua konsep industri 4.0 bisa diterapkan ke seluruh jenis industri
[11/15, 21:13] Odoj Miti Dimas Prabu: Bagi industri yang memiliki produk yang sederhana dan tidak kompleks, tentu bagi mereka penerapan industri 4.0 tidak tepat bagi mereka
[11/15, 21:14] Odoj Miti Dimas Prabu: Karena saat kita mengubah bisnis kita menjadi industri 4.0, maka ada sebuah biaya yang keluar untuk meng-upgrade teknologi dan sumber daya manusia
[11/15, 21:15] Odoj Miti Dimas Prabu: Maka dari itu, banyak dosen saya di Teknik Industri UI mengatakan bahwa konsep revolusi Industri 4.0 ini masih belum bisa diterapkan sepenuhnya di Indonesia.

Karena dari segi industrinya memang masih belum butuh, dari sumber dayanya juga masih belum siap, dan dari segi teknologi masih belum mapan
[11/15, 21:16] Odoj Miti Dimas Prabu: Untuk industri yang memiliki produk sederhana yang ingin menaikkan keuntungan secara cepat, lebih cocok jika mereka fokus dalam pengembangan kualitas dalam produk dan layanan mereka
[11/15, 21:17] Odoj Miti Dimas Prabu: Ketiga, industri 4.0 masih akan bertumpu pada kekuatan manusia.
[11/15, 21:17] Odoj Miti Dimas Prabu: Komputer sejak awal adalah sebuah “barang bodoh”. Barang bodoh yang menjadi cerdas karena manusia yang memberikannya perintah dan pemrograman sehingga bisa melakukan apa yang manusia inginkan
[11/15, 21:18] Odoj Miti Dimas Prabu: Memang Machine Learning atau Otomasi itu sebuah hal yang keren, tapi itu semua tidak akan terjadi tanpa ada peningkatan dari kemampuan manusia
[11/15, 21:19] Odoj Miti Dimas Prabu: Jadi, industri 4.0 akan lebih digerakan oleh sejauh mana manusia dapat bermimpi dan berkreativitas akan seperti apa teknologi di masa depan
[11/15, 21:19] Odoj Miti Dimas Prabu: Keempat, penerapan Industri 4.0 ini akan bertahap
[11/15, 21:20] Odoj Miti Dimas Prabu: Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, banyak industri yang sebetulnya tidak butuh-butuh amat untuk menerapkan industri 4.0
[11/15, 21:21] Odoj Miti Dimas Prabu: Sekarang ini banyak penyedia teknologi Industri 4.0 masih mencari-cari kira2 dimana teknologi Industri 4.0 akan diterapkan
[11/15, 21:22] Odoj Miti Dimas Prabu: Proses ini akan dilakukan bertahap, karena yang mampu melakukan ini hanyalah industri-industri manufaktur yang memiliki modal yang sangat besar untuk membeli teknologi industri 4.0
[11/15, 21:24] Odoj Miti Dimas Prabu: Dari sekian banyak perusahaan yang menerapkan industri 4.0 ini, kebanyakan adalah perusahaan yang memang sudah memiliki produk yang sudah cukup dikenal masyarakat serta sudah memiliki nama di pasar.

Bagi mereka sangat penting untuk masuk ke industri 4.0, karena dengan hal tersebut akan membuat produksi mereka semakin cepat dan memenuhi permintaan kustomisasi dari customer
[11/15, 21:24] Odoj Miti Dimas Prabu: Oke, sekian yang saya bisa sampaikan. Silakan langsung ke sesi tanya jawab

[11/15, 21:26] Armada Rifki: Masyaallah, jazakallah khair mas dimas, yang ingin bertanya bisa japri kesaya ya agar lebih mudah
[11/15, 21:26] Armada Rifki: 3 pertanyaan untuk malam ini ya 🙏
[11/15, 21:26] Armada Rifki: Baik mas dimas pertanyaan pertama
[11/15, 21:26] Armada Rifki: Sekarang sudah memasuki era 4.0 untuk teknologi informasi sekarang semakin maju. Sudah kita lihat perkembangan teknologi kedepan akan maju dan mengganti peran manusia. Pertanyaan saya Artificial Intelligence ( kecerdasan buatan) apakah bisa menggantikan peran manusia dalam hal berkonsultasi pemecahan masalah? Misal suatu aplikasi (robot)yg bisa menjawabnya pertanyaan saya ingin pergi ke jogja bisa carikan saya tiket? Maka aplikasi otomatis bisa menjawab dan kasih sebuah solusi
[11/15, 21:27] Armada Rifki: Tafadhol mas langsung dijawab 😊
[11/15, 21:31] Odoj Miti Dimas Prabu: Wacana seperti ini memang sudah ada. Dan yg saya lihat di ilmu computer science, perkembangan ilmunya sedang mengarah kesana.

Tentang AI: Berita atau opini yang saya lihat di media memperlihatkan bahwa kemungkinan AI untuk bertindak seperti itu akan sangat mungkin terjadi.

Kapankah waktunya? Kita tidak tahu seberapa cepat akan terjadi.

Kalau kita lihat timeline Revolusi Industri diatas, waktu antara Revolusi Industri itu semakin sedikit dan menipis. Malah ada yang bilang Revolusi Industri kelima sebentar lagi akan terjadi.

Jadi, sangat besar dua sampai Lima tahun kedepan Kita akan melihat AI yg bisa berpikir layaknya manusia
[11/15, 21:33] Odoj Miti Dimas Prabu: Biasanya saya memberi contoh khayalan seperti ini:

Suatu saat mungkin seorang lelaki tidak perlu bertanya kepada murabbi untuk mencari jodoh.

Dia tinggal membuka laptop dan mencari database perempuan di bumi mana pasangan yang cocok dan sekufu dengan dia

Dan laptop akan memberikan jawaban, bahwa inilah jodoh yg kamu caru
[11/15, 21:35] Armada Azhar: Ciee
[11/15, 21:36] Armada Rifki: Masyaallah, baik mas lanjut ke pertanyaan ke dua :

Kita sudah memasuki era industri 4.0, dampak nya bukan hanya didunia industri tapi juga dunia pendidikan, apakah perlu dunia pendidikan mengikuti perkembangan industri 4.0,? sedangkan di dunia pendidikan yang sekarang pun masih banyak PR” yang belum terselesaikan dengan baik.
[11/15, 21:38] Odoj Miti Dimas Prabu: Guru saya pernah bilang terkait “sekolah”

Kalau kita lihat sejarah dari sekolah sendiri sebetulnya sekolah hanya sebagai “tempat penitipan” dari anak2 pekerja yg bekerja di pabrik-pabrik atau industri.

Ini akibat sistem kerja di Industri yang sangat mekanis dan sistemik. Sehingga para orangtua tidak punya waktu untuk menjaga anaknya masing-masing.

Sekolah muncul akibat revolusi industri
[11/15, 21:41] Odoj Miti Dimas Prabu: Dunia pendidikan memang nantinya akan diarahkan untuk memenuhi persyaratan bekerja di era Industri 4.0

Kalau saya berikan contohnya, mungkin akan seperti begini:

Dahulu, para petani bekerja dengan dibantu oleh keluarganya. Para petani ini tidak perlu misalnya masuk ke fakultas pertanian untuk menjadi petani, karena menjadi petani adalah sebuah lifeskill yang diturunkan oleh satu generasi manusia ke generasi manusia lain utk bertahan hidup
[11/15, 21:44] Odoj Miti Dimas Prabu: Tapi sekarang, kebutuhan bekerja di era Industri 4.0 semakin kompleks.

Semua orang harus tahu ilmu-ilmu yg diperlukan dalam Industri 4.0 agar mereka bisa mendapat pekerjaan atau bersaing di era hari ini ada sangat banyak dan luas. Ilmu-ilmu ini jarang sekali ada atau bahkan tidak bisa diturunkan dari keluarga ke keluarga seperti ilmunya petani.

Sehingga dunia pendidikan lah tempat untuk mencari ilmu tersebut. Perkembangan itulah yang membuat pengembangan pendidikan menjadi penting di era ini
[11/15, 21:47] Odoj Miti Dimas Prabu: Permasalahan pendidikan sekarang yg dikeluhkan banyak pihak adalah ketidakmampuan pendidik menciptakan manusia yang beradab dan terdidik.

Kitalah yang harus bertanggungjawab untuk menciptakan itu. Menjadi manusia yang sepenuhnya khalifah di muka bumi sekaligus memiliki kemampuan bersaing dengan orang lain.
[11/15, 21:47] Armada Rifki: Masyaallah, luar biasa sangat 😊 pertanyaan terakhir mas :

Jika memang era industri 4.0 itu momok bagi sebagian kalangan karena mungkin bisa menggantikan peran manusia dalam hal pekerjaan, lalu bagaimana solusi nya agar manusia itu sendiri tidak kalah dengan mesin atau program yang mereka ciptakan sendiri?
[11/15, 21:48] Odoj Miti Dimas Prabu: Dosen saya sering bilang:

Jangan mau kalian diperbudak oleh mesin!
[11/15, 21:49] Odoj Miti Dimas Prabu: Seperti yang saya bilang tadi: peran manusia sebetulnya masih sangat penting disini.

Mengapa sangat penting? Karena penciptaan robot itu terjadi Karena ada kreativitas manusia didalamnya
[11/15, 21:50] Odoj Miti Dimas Prabu: Jadi bagaimana agar manusia tak kalah oleh robot?

Ya berjuanglah agar mampu mengendalikan robot. Kuasailah ilmu-ilmu penunjangnya
[11/15, 21:51] Odoj Miti Dimas Prabu: Ilmu-ilmu penunjangnya biasanya ada di informatika, elektro, matematika, fisika dsb
[11/15, 21:54] Armada Azhar: Tuh yg anak IPS. Kelar hidupny ya😬😬
[11/15, 21:54] Sd Tio: Untung anak manajemen
[11/15, 21:54] Sd Tio: Masyaallah sharing yang luar biasa banget mas @⁨Odoj Miti Dimas Prabu⁩ 🙏
[11/15, 21:54] Armada Rifki: Masyaallah, jazakallah khairan Katsiran untuk mas dimas atas materinya,
[11/15, 21:54] Armada Azhar: Kita yg ips angguk2 aje ya yoo
[11/15, 21:55] Armada Rifki: Kita tutup kuliah online kali dengan membaca hamdalah
[11/15, 21:55] Armada Rifki: ALHAMDULILLAH
[11/15, 21:56] Armada Rifki: Semoga ini jadi persiapan kita untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang tengah berlangsung ini, takbir!
Allahuakbar!!!
[11/15, 21:57] Odoj Miti Dimas Prabu: Saya tidak bilang IPS itu tidak penting. Akan saya berikan contoh bahwa IPA dan IPS sama2 saling membutuhkan
[11/15, 21:58] Odoj Miti Dimas Prabu: [Penelitian SEED]

Dr. Adian Husaini dulu pernah mengatakan di sebuah kajian ilmunya bahwa umat Islam di Indonesia butuh ilmuwan yang mempelajari Sejarah Islam.

Ilmu sejarah adalah ilmu tentang latar belakang atau apa yang sudah dilakukan. Seringkali ilmu ini digunakan untuk mencari hikmah yang telah lalu sampai pembelaan kebijakan politik di masa yang akan datang.

Permasalahan penulisan sejarah di Indonesia ialah penulisan itu masih didasarkan perspektif Belanda terhadap Indonesia. Sebagaimana kata sebuah ahli bahwa sejarah akan ditulis oleh pemenang (*history is created by winner*) , penulisan sejarah masih didasarkan bagaimana caranya agar kekuasaan Belanda langgeng di muka bumi Indonesia. Perspektif ini menghasilkan latar belakang yang kurang tepat untuk masa depan Indonesia, terutama untuk umat Islam.

Salah satu pencarian yang harus dilakukan untuk pemuda Islam hari ini adalah mencari latar belakangnya sendiri; mencari sejarahnya sendiri.

Sebab beban sejarah masa lalu hanya bisa kita ubah dengan tangan kita sendiri. Tidak bisa dengan orang lain.

Sesungguhnya Allah SWT akan bertanya setiap apa yang telah kita kerjakan. Termasuk bagaimana kita mengelola warisan beban sejarah dari pendahulu kita terdahulu.
[11/15, 22:00] Odoj Miti Dimas Prabu: Ini salah satu yg saya bilang mengapa ilmu sosial menjadi sangat penting juga untuk dikembangkan selain ilmu sains.

Ilmu sosial seperti sejarah biasanya menyediakan kita alasan tentang apa yg menjadi landasan kita di masa depan
[11/15, 22:00] Armada Azhar: Cakep
[11/15, 22:01] Odoj Miti Dimas Prabu: Jong Islamieten Bond ini contohnya. Organisasi ini hanya sekilas di buku Sejarah IPS.

Namun, hadirnya penelitian ini membuktikan bahwa pergerakan pemuda Islam telah hadir dari zaman dahulu kala.
[11/15, 22:02] Odoj Miti Dimas Prabu: Sebab, banyak yang bilang pergeraka pemuda Islam Indonesia hanya dimulai dari masa setelah Sumpah Pemuda saat munculnya NU, Muhammadiyah sampai Tarbiyah.
[11/15, 22:03] Odoj Miti Dimas Prabu: Perlu kita baca sejarah seperti ini agar kita bisa semakin mantap melangkah di masa yang akan datang
[11/15, 22:04] Odoj Miti Dimas Prabu: Termasuk menangkis serangan salah seorang partai yg bilang kita tak butuh perda-perda berbasis agama 😀😂
[11/15, 22:06] Odoj Miti Dimas Prabu: Ilmu sosial ibaratnya seperti SEED (akar). Dia yang memperkuat serta memberi konsep.

Sementara ilmu sains ibaratnya seperti NEED. Dia hadir karena kebutuhan riil di masyarakat, namun dia tak bisa melangkah lebih jauh Tanpa adanya ilmu sosial
[11/15, 22:11] Odoj Miti Dimas Prabu: Closing statement saya ya:

Semua ilmu itu penting, tapi kita yg harus memilih akan kemanakah ilmu itu dibawa. Hal ini perlu landasan hati serta agama yg kuat.

Yang jelas, kewajiban setiap Muslim adalah menjadi Muslim sejati seperti halnya yg kita tahu di 10 Karakteristik Muslim.

PR kita sekarang di era Industri 4.0 adalah meningkatkan kemampuan pribadi untuk lebih mandiri, sebelum kita mentransformasikan masyarakat untuk lebih berdata
[11/15, 22:12] Odoj Miti Dimas Prabu: *berdaya
[11/15, 22:12] Armada Azhar: 👍🏿👆🏿🏆🇲🇨

Apalagi ilmu dan action menikah muda☺
[11/15, 22:15] Odoj Miti Dimas Prabu: Ditambahkan ilmunya juga ya untuk menjawab mengapa banyak pasangan muda kita tiba-tiba bercerai. Agar kita tak mengulang kesalahan serupa

Statistik cerai menggunung tuh, bisa dilihat di banyak berita. Setiap tahun naik 100 ribu kasus
[11/15, 22:19] Odoj Miti Dimas Prabu: Hehe
[11/15, 22:19] Odoj Miti Dimas Prabu: Moderator, saya izin untuk undur diri.

Terima kasih telah diundang kesini. Sampai berjumpa dilain kesempatan

The following two tabs change content below.

mahisaajy

PMG Ahli Pertama, Bidang Manajemen Database at BMKG
Seorang pemuda luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Tertarik dengan bidang ilmu komputer untuk memecahkan beberapa persoalan. Co-Founder Triglav ID dan Co-Founder METLIGO. Sejak tahun 2018 bekerja di BMKG di bagian Pusat Database.

Leave a Reply

%d bloggers like this: