Kepala BNPB, Doni Monardo, hadir di BMKG untuk memberikan kuliah umum kepada Taruna/Taruni STMKG dan juga kepada pegawai BMKG.

Kali ini temanya adalah Inovasi dan Integritas dalam Spirit “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”. Menarik ya, dari judulnya bahwa kuliah umum ini terkait pembahasan seputar pentingnya kita menjaga alam. Dan juga, inovasi dan integritas itu adalah hal yang tak dapat dipisahkan dari suatu kegiatan.

Pengamatan cuaca di Indonesia itu dimulai sejak tahun 1866 oleh Pemerintah Belanda. Dahulu lokasi pengamatan dilakukan di wilayah Kwitang. Iya dahulu kantor BMKG memang berlokasi di sana. Tapi, saat ini sudah berpindah ke wilayah Kemayoran.

Pada tahun 1955, di ITB didirikan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG). Setelah itu AMG memisahkan diri dari ITB. Hingga sekarang, namanya berubah menjadi STMKG.

“Kenali ancamannya. Siapkan strateginya.” Dengan suara lantang, Kepala BNBP Doni Monardo menghimbau seperti itu.

Berkali-kali nama baik Indonesia sempat tercoreng karena beberapa hal seperti Kualitas Udara nya, Sungai Tercemar, dan Sampah Plastik terbanyak nomor 2 di dunia.

Paling sederhana adalah membawa Tumbler, Guys. Beliau menunjukkan Tumblernya yang selama ini ia bawa kemanapun ia pergi, termasuk pada saat beliau mengunjungi Geneva, Swiss, beberapa waktu yang lalu.

Ini adalah Strategi Pencegahan Bencana yang disampaikan:

  • Pencegahan
  • Mitigasi
  • Kesiapsiagaan
  • Sistem Peringatan Dini
  • Peningkatan Kapasitas (Kelembagaan, SDM, Anggaran, Edukasi, dan Simulasi)

Pemerintah perlu memberikan informasi dalam menghadapi ancaman. Tidak cukup dengan angka-angka. Perlu dilakukan komunikasi yang baik dan cepat.

Kepala BNPB pun memberikan pujian kepada Kepala BMKG, Ibu Dwikorita, terhadap pesan-pesan yang selalu disampaikan, diantaranya berupa pesan agar selalu waspada terhadap bencana.

Sistem peringatan dini merupakan mata dan telinga bangsa. Perkuat sistem peringatan dini.

Bencana alam itu seringkali merupakan suatu kejadian yang berulang. Oleh karena itu, sejarah kebencanaan harus ada di kepala kita semua. Agar kita bisa selalu waspada terhadap kejadian bencana tersebut.

Kepala BNPB pun menghimbau kepada para pegawai agar terus belajar dengan bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras.

Terkait kejadian-kejadian bencana yang terjadi, Kepala BNPB tak mau Indonesia disebut sebagai Supermarket Bencana. Laboratorium Bencana. Beliau mengatakan Indonesia lebih bijak bila dikatakan sebagai Laboratorium Bencana.

“Sebisa mungkin, sebagai pelayan publik, kita memberikan jawaban atas kebutuhan publik”, ujarnya.

“Kita bisa menjadi Pahlawan Kemanusiaan, bila banyak nyawa manusia terselamatkan. Namun, bisa menjadi Pembunuh Potensial bila tidak berbuat apa-apa.”

The following two tabs change content below.

mahisaajy

PMG Ahli Pertama, Bidang Manajemen Database at BMKG
Seorang pemuda luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Tertarik dengan bidang ilmu komputer untuk memecahkan beberapa persoalan. Co-Founder Triglav ID dan Co-Founder METLIGO. Sejak tahun 2018 bekerja di BMKG di bagian Pusat Database.

Published by mahisaajy

Seorang pemuda luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Tertarik dengan bidang ilmu komputer untuk memecahkan beberapa persoalan. Co-Founder Triglav ID dan Co-Founder METLIGO. Sejak tahun 2018 bekerja di BMKG di bagian Pusat Database.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: