Jadi Tim Sekretariat PMPRB Kedeputian Bidang Inskalrekjarkom BMKG

Kali ini saya mau cerita sedikit terkait dengan PMPRB.

PMPRB adalah Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Tujuan dari PMPRB adalah melakukan proses evaluasi Reformasi Birokrasi pada suatu lembaga.

Nah, dari sini maka dibentuklah tim-tim untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Tim-tim ini disebut dengan Pokja. Totalnya ada 8 Pokja + 1 Tim Assesor + 1 Tim Sekretariat.


Saya diamanahkan untuk menjadi tim sekretariat PMPRB di Kedeputian Bidang Inskalrekjarkom BMKG. Awalnya saya kaget juga ketika ditunjuk untuk mendapatkan peran tersebut.

Jadi yang menjadi Tim Sekretariat itu ada Ibu Tini dari TU Deputi 4, Elma dari Pusat Instrumentasi, Anggi dari Pusat Jaringan Komunikasi, dan Mahisa Ajy dari Pusat Database 😀

Sebenarnya tugasnya tidak sulit-sulit amat ya, hanya mengumpulkan berkas-berkas dokumen saja. Namun, yang membuat saya antusias ya adalah saya bisa ikut rapat dengan pejabat-pejabat di Kedeputian Bidang Inskalrekjarkom. Bisa tahu suasana saat rapat dengan mereka. Juga jadi tahu wajah-wajah orang-orang Top di BMKG. Hehe.. Ya, walaupun belum kenal sama semuanya, minimal jadi tahu dulu orang-orangnya siapa aja 🙂



Alhamdulillah semua tim Pokja telah mengumpulkan berkas-berkasnya. Dan Tim Sekretariat juga telah mengumpulkan berkas-berkas dan menjadikannya satu. Selanjutnya tinggal diserahkan saja ke bagian Inspektorat BMKG.

Sekian ya cerita kali ini.

Tetap berjuang di Bulan yang Suci. Tetap dalam perdjoeangan.

Bukber Bareng Latsar BMKG Golongan 3 Angkatan 3

Ramadhan datang..

Seperti biasa, Sahabat. Di bulan Ramadhan akan selalu ada ajakan untuk berbuka bersama. Entah itu dengan teman ‘lama’, ataupun teman ‘baru’. 🙂

Kali ini saya bukber bareng teman-teman dari BMKG. Dulu kami-kami ini dikumpulkan dalam satu kelas saat mengikuti diklatsar (diklat prajab). Selama sebulan penuh selalu bersama-sama di tempat diklat. Mulai dari sekelas bareng, semeja makan bareng, dan dalam baris berbaris pun bareng juga. Ga kebayang ya, betapa bosennya 😀

Bukber diadakan di Rumah Makan Ciganea, dekat kantor. Iyaa ga usah jauh-jauh. Hehe. Soalnya biar bisa sekalian berangkat dari kantor, dan juga bagi yang ngekos dekat kantor juga bisa ikutan.

Yang hadir bukber ada Mahisa, Ridha, Reza, Rahmat, Harvan, Muda, JA, Suci, Wiwid, Ummi, Sefri, Tanes, Titi, Whytia.

Seperti biasa pembahasan bukber seputar kerjaan di kantor, kenangan saat latsar, dan saling mendoakan agar segera menyusul si A (menyusul menikah maksudnya, Aamiin).

Semoga di lain kesempatan masih bisa kumpul-kumpul lagi, guys. Aamiin.

Ini ada beberapa dokumentasi

Peristiwa Membaca

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis (Tarigan, 1984:7)

Membaca pada hakikatnya adalah suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang berupa fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual dan merupakan proses mekanis dalam membaca.

Proses mekanis tersebut berlanjut dengan proses psikologis yang berupa kegiatan berpikir dalam mengolah informasi. Proses psikologis itu dimulai ketika indera visual mengirimkan hasil pengamatan terhadap tulisan ke pusat kesadaran melalui sistem syaraf. Melalui proses decoding, gambar-gambar bunyi dan kombinasinya itu kemudian diidentifikasi, diuraikan, dan diberi makna. Proses decoding berlangsung dengan melibatkan Knowledge of The World dalam skemata yang berupa kategorisasi sejumlah pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam gudang ingatan.

Membaca Peristiwa Membaca.

di Museum Perpusatakaan Nasional.

Coffee Morning 2.0: Berpikir Liar untuk Meningkatkan Inovasi Layanan MKG

Akhirnya setelah lama diadakan coffee morning 1.0, kali ini diadakan lagi coffee morning 2.0 yang berlangsung hari ini tanggal 4 April 2019 di Ruang Rapat Pusat Database BMKG.

Coffee morning ini merupakan ajang curhat.. hehe.. dari staff kepada Bapak Widada Sulistya selaku Deputi Inskalrekjarkom. Kegiatan ini memang kegiatan yang penting, dan perlu dimanfaatkan dengan maksimal supaya para pimpinan dapat mendengar sebuah cerita dari sudut pandang staff itu sendiri, yang dimana sebagai pelaksana kegiatan sehari-hari.

Yang membuat saya kaget adalah pada kesempatan ini tiba-tiba saya diminta untuk menceritakan tentang pengalaman lomba HackBdgWeather yang saya ikuti pada Januari lalu. Karena mendadak, ya maklum akhirnya sedikit grogi ketika menyampaikan. 🙂

Ketika diminta untuk menceritakan pengalaman mengikuti kompetisi HackBDGweather

Ketika diminta untuk menceritakan pengalaman mengikuti kompetisi HackBDGweather

Saya juga sempat memperlihatkan aplikasi NaviCuaca (yang sempat kami buat pada kompetisi tersebut) kepada beliau. Dan Alhamdulillah beliau menyambut baik aplikasi yang kami buat ini. Berhubung aplikasi ini awalnya ditujukan untuk kompetisi di Bandung, maka data cuacanya berupa data cuaca kota Bandung. Kami dichallenge untuk mempublish aplikasi ini ke masyarakat, dan berfokus untuk data-data cuaca di wilayah jakarta terlebih dahulu. Siapp, pak!

Di kesempatan ini, saya memberikan saran bahwa saya ingin BMKG bisa menyelenggarakan suatu kompetisi seperti Hackathon, sebagaimana yang saya ikuti. Di mana pada kompetisi Hackathon ini, panitia memberikan data-data yang dapat diakses untuk para peserta, agar dari data-data ini dapat dihasilkan karya-karya kreatif berupa aplikasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan membuka (beberapa atau sebagian) data cuaca BMKG, diharapkan masyarakat bisa memberikan sebuah ide-ide gila untuk BMKG melalui aplikasi yang dihasilkan pada kegiatan Hackathon nanti.

Dan lagi-lagi, kami dichallenge untuk mewujudkan kompetisi Hackathon ini. Berhubung di setiap tahun ada kegiatan hari ulang tahun BMKG. Semoga dapat terlaksana pada ulang tahun BMKG tahun ini.

Setiap pesan yang disampaikan oleh beliau sangatlah inspiratif. Seperti misalnya “Berpikirlah liar untuk meningkatkan inovasi pelayanan MKG”. Cara-cara biasa mah udah ketinggalan zaman ya. Millenial harus punya inovasi lebih nan kreatif untuk meningkatkan pelayanan MKG.

Dibahas juga terkait dengan Open Data. Saat ini, memang BMKG belum membuka keseluruhan datanya. Hal ini pun ada alasannya, diatur dalam undang-undang bahwa data-data BMKG itu memang diberlakukan tarif.

Melihat ke luar juga bahwa ternyata di negara-negara lain, misalnya India juga menutup datanya alias tidak dibuka keseluruhan datanya.

Tapi teman-teman tidak perlu khawatir saat ini BMKG memiliki beberapa solusi, teman-teman bisa mengakses situs dataonline.bmkg.go.id untuk dapat mengunduh terkait dengan data cuaca. Namun terdapat batasan-batasan dalam situs tersebut. Yang pasti sampai saat ini, BMKG masih mengkaji terkait dengan Open Data.

BMKG tidak hanya seputar bencana. Masyarakat hanya tahu bahwa BMKG mengurusi tentang bencana dan prediksi cuaca. Padahal ada banyak sekali hal yang menjadi tanggung jawab BMKG juga, seperti pembangunan waduk yang membutuhkan informasi hujan dari BMKG, lalu untuk sektor pertanian untuk menentukan pola tanam maka membutuhkan data BMKG untuk menentukan pola tanam terbaik.

“Kalau kita ‘diam’, pasti kita tersingkir. Maka Upgrade Diri!”

Pak Widada menceritakan tentang pengalamannya. Sebelum beliau menjabat sebagai Deputi Inskalrekjarkom yang menangani teknologi dan jaringan komunikasi, background beliau adalah klimatologi.

Hal ini merupakan hal yang baru bagi beliau, beliau tetap semangat. Diam, pasti tersingkir. Jadi upgrade diri, ikuti perkembangan zaman.

Beliau mengingatkan bahwa Pusat Database adalah ibaratnya bagian dapur, sementara pelayanannya ada di bagian lain (Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Oleh karena itu, support dengan data adalah hal yang wajib dilakukan. Memastikan kualitas data yang baik, dan memastikan kuantitas datanya juga.

Mari bersiap menuju society 5.0 dan terus berpikir liar untuk meningkatkan inovasi pelayanan MKG. 🙂

Sampai jumpa lagi di coffee morning berikutnya.

Berikut ini ada beberapa dokumentasinya

Ikut OGD The Sun: Climate Change

Masih terkait dengan hari meteorologi dunia, Pusdiklat BMKG mengadakan 3 kegiatan OGD yang berlangsung di pekan ini.

Kegiatannya yaitu:

Untuk hari ini, OGD (Online Group Discussion) yang berlangsung adalah The Sun: Climate Change.

Materi disampaikan oleh Bapak Kadarsah, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Analisis Perubahan Iklim BMKG.

Climate Change (Perubahan Iklim) adalah sebuah fenomena yang terjadi saat ini. Perubahan iklim terutama disebabkan oleh hasil pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, gas, dan gas alam). Bahan-bahan bakar tersebut menghasilkan karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca yang utama.

Perubahan iklim ditandai oleh beberapa faktor berikut ini:

  • Konsentrasi co2 meningkat
  • Meningkatnya tinggi muka air laut global
  • Ocean heat content. (Laut menyerap panas)
  • Terjadi penurunan luas es di kedua kutub

Nah, oleh karena itu, kita sebagai masyarakat yang peduli akan iklim, perlu bijak dalam melakukan sebuah aktivitas apapun itu. Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Kita jaga alam, maka Allah akan menjaga kita. 

Tentu kita punya peran yang berbeda dalam menghadapi perubahan iklim. Amalkanlah dari hal terkecil, seperti misalnya dengan membuang sampah tidak sembarangan, mematikan AC jika tidak diperlukan, dan kurangi penggunaan alat makan/minum yang susah didaur ulang.

Biasanya setelah ikut OGD ini, kami mendapatkan sebuah sertifikat. Tapi, ada syaratnya lohhh. Kami diwajibkan untuk membuat resume terlebih dahulu. Namun, karena OGD ini spesial masih merayakan hari meteorologi dunia, maka kami diwajibkan untuk mengisi kuesioner saja. Hehe jadi ga ribet.

Zaman sudah bertambah maju. Jadi, kami para ASN bisa belajar di mana saja.

Tetap dalam perdjoeangan..

*Sebagai bonus, berikut ini adalah foto-foto dari rekan-rekan BMKG yang ada di seluruh Indonesia yang sedang mengikuti kegiatan online seminar ini. 🙂