Baca Buku: #CURISTART

Selamat datang, Millennial.

Kali ini saya ingin sharing buku yang baru saja saya baca, yang berjudul “#CURISTART Jadikan Dirimu Rebutan Banyak Perusahaan”.

Buku yang sangat bagus untuk dibaca oleh generasi millennial dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Mari #CURISTART untuk meraih sukses!

Sebenarnya saya membali buku ini sudah lama, sejak awal tahun ini. Namun, saya baru dapat menyelesaikan membaca buku ini pada pekan ini. Saat malam kemarin sebelum presentasi laporan aktualisasi di Pusdiklat BMKG, saya membawa buku ini dan menyempatkan untuk membacanya.

Istilah #CURISTART ini sangatlah menarik jika kita cermati dalam-dalam. Dalam pertandingan olahraga, kita dilarang CURI START. Namun, dalam pertandingan kehidupan, justru kita harus CURI START. Hal inilah yang membuat kenapa ada saja orang yang sedikit lebih maju dibandingkan yang lainnya, ya karna dia tahu lebih dulu, dia memulai lebih dulu, dia CURI START! πŸ™‚

Dalam buku ini penjelasan pun dibagi menjadi beberapa bagian. Terdiri dari sepuluh pembahasan, yaitu:

  • #ANTIGAGALSIAP
  • #ANTIGAGALPERAN
  • #ANTIGAGALFOKUS
  • #ANTIGAGALEKSIS
  • #ANTIGAGALMANDIRI
  • #ANTIGAGALGAUL
  • #ANTIGAGALEMOSI
  • #ANTIGAGALINVESTASI
  • #ANTIGAGALIDE
  • #ANTIGAGALSALING

Saya tidak akan berbagai secara detail terkait isi buku ini. Yang saya ingin bagikan adalah beberapa poin-poin menarik yang penting sekali untuk disimak.

Teman-teman, selalu jadikan diri kita ini SIAP. Rumusnya adalah adalah Teropong Tantang Zaman + Siapkan Diri = CURI START

Teruntuk para Anak Muda. Mau menjadi ANAK MUDA yang mana? Seperti gasing yang mutar-mutar atau anak panah yang melejit ke targetnya? Fokus! Perlu diingat, kita tidak harus hebat saat memulai, tetapi kita harus memulai untuk menjadi hebat. Sesuatu itu bukan untuk ditunggu, tapi disiapkan. Nunggu dipromosiin, nunggu dihargai, nunggu sukses semua itu cuma NGIMPI.

The sky is not the limit. Your mindset is!

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, pastilah kita menemui kegagalan-kegagalan. Perlu diingat, Kegagalan tidak akan pernah menghentikanmu. Menyerah-lah yang akan menghentikan langkahmu selamanya.

Bagaimana mungkin kita bisa sukses, kalau kita sendiri susah menghargai kesuksesan orang lain.

Bagi para pekerja yang telah lama bekerja, Jam terbang bukan jaminan menerbangkan karir. Apalagi selama perjalanan, kamu tidak menelan pembelajaran.

Yang bisa menang bukan yang pintar, kaya, tapi yang Energinya kuat.

Hidup bukan soal memegang kartu bagus, tapi bagaimana caranya kita memainkan kartu tersebut.

Itu.

πŸ™‚

Semoga bermanfaat.

Baca Buku: Self Driving – Menjadi Driver atau Passenger?

Kalau ditanya “Menjadi driver atau passenger?”, saya harus menjawab “Menjadi driver”. Buku ini mengajarkan kita untuk menjadi seorang driver yang handal, yang mutlak harus tahu jalan, yang berani mencoba mengeksplor jalan baru, yang harus siap siaga dan tidak boleh tertidur, yang harus bertanggung jawab terhadap passenger yang dibawanya.

Baca buku: Self Driving

Prinsip seorang driver adalah:

  1. Inisiatif. Bekerja tanpa ada yang menyuruh. Berani mengambil langkah berisiko, responsif, dan cepat membaca gejala.
  2. Melayani. Orang yang berpikir tentang orang lain, mampu mendengar, mau memahami, peduli, berempati.
  3. Navigasi. Memiliki keterampilan membawa gerbong ke tujuan, tahu arah, mampu mengarahkan, memberi semangat, dana menyatukan tindakan. Memelihara “kendaraan” untuk mencapai tujuan.
  4. Tanggung jawab. Tidak menyalahkan orang lain, tidak berbelit-belit atau menutupi kesalahan diri sendiri.

Dimulai dari menjadi driver untuk diri sendiri dahulu kemudian menjadi driver untuk orang banyak. Hehe.

Yeah,
Saya adalah seorang driver
Karena jalanan adalah rumahku
Kemacetan adalah keluargaku
Orang-orang di jalan adalah saksi perjuanganku
Dan kamu adalah penyemangatku. πŸ™‚

Baca Buku: The Secret of Making Other People Like You

“Terdapat 6 poin penting yang dijelaskan dalam buku ini. Hal ini tentunya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari, seperti dalam pertemanan, menjalin relasi, berbisnis, dan lain sebagainya.”

Kali ini, saya akan melakukan review buku yang baru saja selesai saya baca, yang berjudul: “The Secret of Making Other People Like You”. Buku ini ditulis oleh penulis bernama Dale Carnegie. Dale Carnegie adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dalam hal pengembangan diri dan teknik-teknik menjalin relasi dengan orang lain.

Buku yang saya baca kali ini sangat tipis. Bukunya berukuran kecil, serta jumlah halamannya pun tak kurang dari 120 halaman. Setelah saya cari tahu, buku ini adalah intisari dari buku “How to Win Friends & Influence People”.

Baca buku dale carnegie

Baca buku dale carnegie

“The Secret of Making Other People Like You,” apabila diterjemahkan ke bahasa indonesia, maka menjadi, “Rahasia membuat orang lain menyukai Anda”. Judul yang sangat unik. Saya pun menjadi penasaran dengan isinya. Tujuan saya membaca buku ini tentunya bukan untuk mendapatkan seorang kekasih πŸ˜€ , tapi lebih kepada dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti berteman, menjalin relasi, berbisnis, dan lain sebagainya.

Dalam buku ini, banyak hal-hal sederhana yang sering kita sepelekan, namun ternyata malah berpengaruh luar biasa dalam mempererat hubungan kita terhadap orang lain.

Terdapat 6 poin penting yang ada dalam buku ini:

  1. Bersungguh-sungguhlah menaruh minat pada orang lain.
  2. Tersenyumlah!
  3. Ingatlah nama seseorang.
  4. Jadilah pendengar yang baik. Dorong orang lain untuk berbicara mengenai diri mereka.
  5. Bicaralah mengenai minat orang lain.
  6. Buat orang lain merasa penting – dan lakukan dengan tulus.

Bersungguh-sungguhlah menaruh minat pada orang lain

Ini prinsip yang pertama. Seorang penyair Roma terkenal, Publilius Syrus, mengatakan: “Kita tertarik pada orang lain ketika mereka tertarik pada kita.”

Kalau kita cuma berusaha memberi kesan pada orang lain dan berusaha membuat orang lain tertarik pada kita, kita tidak akan pernah punya banyak teman sejati dan tulus. Teman sejati tidak diperoleh dengan cara itu.

Tersenyumlah

Cara sederhana untuk membuat kesan pertama yang baik adalah dengan tersenyum. πŸ™‚ Saya selalu menerapkannya ke setiap orang yang saya temui. Entahlah mungkin karena kebiasaan atau apa, tapi saya percaya sebuah senyum itu dapat meruntuhkan diding pembatas di antara kita. πŸ˜€

Yang saat ini sedang kita bicarakan adalah tentang senyum sejati, senyum yang hangat, dan senyum yang didasarkan dari dalam diri.

Apapun kondisi Anda, tersenyumlah. Kebahagiaan itu kan tidak tergantung pada kondisi-kondisi yang ada di luar. Kebahagiaan itu tergantung pada kondisi dari dalam. Tersenyumlah hehe, karena senyum menandakan sebuah utusan dari niat baik Anda.

Mengingat nama seseorang

Ada kesan tersendiri saat nama kita dipanggil oleh seseorang. Apalagi apabila nama kita tergolong nama yang sulit sekali untuk diucap. Nah, jika seperti itu, bila nama kita berhasil diucapkan oleh seseorang pasti kita merasa dihargai oleh orang tersebut. Pasti, saya berani jamin. Hehe.

Dalam mengingat nama, saya termasuk orang yang mengalami kesulitan dalam mengingat nama. Akhirnya saya mencoba untuk mencari tahu bagaimana caranya agar dapat mengatasi kendala tersebut. Hampir semuanya mengatakan bahwa kita harus berusaha mengaitkan nama tersebut di kepala kita dengan ciri khas, ekspresi, dan penampilan umum orang tersebut. Iya, patut dicoba. Ohya satu lagi, kalau perlu catat di aplikasi notes kalian tentang orang-orang yang baru ditemui, sehingga membantu kita dalam mengingat orang-orang tersebut.

Menjadi pendengar yang baik

Berikanlah perhatian penuh kita kepada lawan bicara.Β Tidak ada hal lain yang sangat menyanjung selain melakukan hal tersebut. Maka bila Anda ingin menjadi seorang pembicara yang baik, jadilah pendengar yang penuh perhatian. Untuk menjadi menarik, tertariklah pada orang lain. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang orang lain akan senang menjawabnya. Beri semangat mereka agar bicara tentang diri mereka dan hasil sukses mereka.

Bicaralah mengenai minat orang lain

Jalan penting menuju hati seseorang adalah berbicara tentang hal-hal yang paling mereka hargai dan yang paling mereka sukai. Jika dia orang yang sangat penting, usahakan kita mempelajari latar belakang orang tersebut, agar saat berkomunikasi membuat ia menjadi bersemangat.

Buat orang lain merasa penting

Ada satu hukum penting mengenai tindak-tanduk manusia. Hukum itu adalah: selalu buat orang lain merasa dirinya penting. Kalau mematuhinya kita hampir tidak akan pernah mendapatkan kesulitan dan selalu mengalami kebahagiaan yang konstan. “Prinsip terdalam pada sifat dasar manusia adalah perasaan untuk dihargai.”

Selamat mencoba.

Baca Buku: Show Your Work!

“Show Your WorkΒ is a book about how to influence others by letting them steal from you.”

Show Your Work! 10 Ways To Share Your Creativity And Get Discovered. Inti dari buku ini adalah Show Your Work, yaitu menunjukkan apa yang sedang kamu kerjakan. Tujuannya bukan untuk memamerkan sesuatu, tapi untuk membeberkan proses kreatif yang kamu lakukan dalam menghasilkan suatu karya. Beranikah kamu membeberkan resep rahasia tersebut?

Dua hari yang lalu, saya baru saja membaca Show Your Work yang ditulis oleh Austin Kleon. Saya membaca buku ini dengan cara Tachiyomi, ini merupakan istilah dalam bahasa jepang yang menggambarkan kegiatan membaca yang dilakukan sambil berdiri di toko buku. Iya, alias membaca gratisan. Hehee tak apa, toh? Pengetahuan kan bisa didapat dengan cara apapun itu. Sampulnya yang menarik dan isi di dalam buku ini yang membuat saya betah membaca sampai habis di toko buku.

Buku Show Your Work

Buku “Show Your Work” oleh Austin Kleon (via austinkleon.com)

Pada salah satu bab dijelaskan mengenai konsep pembelajaran dan pengajaran. Jangan pernah takut memberi sesuatu, entah itu materi atau pengetahuan. Mengajarkan orang tentang sesuatu itu sama sekali tidak mengurangi ilmu yang kita punya, itu malah menambah. Semakin banyak memberi maka semakin banyak pula kita akan menerima. Malahan bila ilmu yang kita punya itu kita pendam sendiri, ilmu itu bisa hilang dan menjadi tidak berkah. Mengajarkan sesuatu itu secara tidak langsung juga dapat mengingat dengan lebih baik apa yang sedang kita pelajari. Pernahkah mendengar kalimat bijak ini, “Cara belajar terbaik adalah dengan mengajar”.

“Cara belajar terbaik adalah dengan mengajar”.

Bila kalian memiliki resep rahasia dalam melakukan suatu pekerjaan, jangan sungkan untuk menyebarluaskannya di internet. Tuliskanlah di blog atau publikasikan di media sosial lain, dan bukan tidak mungkin nanti akan ada seseorang yang sangat berterima kasih sekali kepada kalian. Bukan tidak mungkin juga peluang bisnis baru bisa terbuka bila kita melakukan hal tersebut.

Share something small, every day.

Setelah kalian menyelesaikan pekerjaan, temukanlah satu bagian kecil dari proses yang dapat kalian bagikan. Dokumentasikanlah. Selain untuk berbagi, tujuan lainnya adalah kalian bisa melihat langkah-langkah kecil yang telah kalian lakukan selama ini. Ya, untuk merekam jejak langkah kesuksesan.

Saya sekarang juga menjadi tergugah lebih dari sebelumnya, oleh karena itu saya harus membangkitkan mood saya untuk menulis setiap hari di blog ini setelah sebelum-sebelumnya saya jarang melakukan posting rutin di blog ini. Maklumi saja hehe. Apa yang sekiranya bermanfaat, akan coba saya bagikan.

Blog adalah media yang paling tepat menurut saya dibandingkan dengan Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya. Karena tulisan-tulisan di blog lebih mudah ditemukan di halaman situs pencarian. Bagi yang belum memiliki blog, buatlah. Lalu, tuliskanlah cerita-cerita menarik yang sekiranya bermanfaat bagi yang membutuhkan. Blog juga bisa dijadikan sebagai ladang amal kita untuk berbagi. Bila kalian merasa apa yang kalian bagikan tersebut sangatlah biasa-biasa saja, namun bagi yang sangat membutuhkan itu adalah sesuatu yang luar biasa.

Oke, kesimpulannya buku ini sangat recommended untuk dibaca oleh semua orang. Jadi, mulai sekarang, “Show your work and tell your story behind your work.” πŸ™‚

Show Your Work

Show Your Work (via austinkleon.com)

Baca Buku: The Shallows – Internet Mendangkalkan Cara Berpikir Kita?

The Shallows by Nicholas Carr

The Shallows by Nicholas Carr

“Internet memang memberikan kemudahan dan kesenangan, tapi juga mengorbankan kemampuan kita dalam berpikir secara mendalam.”

The Shallows: What the Internet Is Doing to Our Brains
The Shallows: What the Internet Is Doing to Our Brains by Nicholas Carr

My rating: 4 of 5 stars

“Apakah internet mendangkalkan cara berpikir kita?
Internet memang memberikan kemudahan dan kesenangan, tapi juga mengorbankan kemampuan kita dalam berpikir secara mendalam.”

“Membaca buku cetak membuat kita dapat memfokuskan perhatian, mendorong aktivitas berpikir mendalam dan kreatif. Sebaliknya, Internet memaksa kita menelan informasi secara instan, cepat, dan massal sehingga membuat pikiran kita mudah teralihkan. Kita menjadi terbiasa membaca serba kilat dan cepat menyaring informasi, tapi akibatnya juga kehilangan kapasitas kita untuk berkonsentrasi, merenung, dan berpikir mendalam.”

Dalam membaca buku ini, (sebagai pengguna internet sehari-hari) tentu saja saya harus membuka pikiran saya lebar-lebar. Karena hampir secara keseluruhan penulisnya memaparkan dampak-dampak dari penggunaan internet.

Terlalu seringnya kita bergantung dengan internet, ternyata mempengaruhi cara otak kita dalam berpikir. Sebagai contoh, sekarang ini kita mulai bergantung pada perangkat GPS yang digunakan untuk memandu perjalanan. Pakar ilmu saraf, Eleanor Maguire, mengkhawatirkan bahwa navigasi GPS bisa memiliki efek yang besar terhadap neuron para supir taksi. Jika mereka semua mulai menggunakan GPS, basis pengetahuan itu akan menjadi lebih sedikit dan mungkin akan mempengaruhi berbagai perubahan otak yang akan kita saksikan. Para supir tersebut akan terbebas dari kerja keras mempelajari jalanan kota, tetapi mereka juga akan kehilangan keuntungan mental khas dari pelatihan itu. Otak mereka akan menjadi kurang menarik.

Namun, bukan berarti kita harus “menjauh” dari teknologi internet. Kita memang harus bijak dalam menggunakan suatu teknologi. Jangan lihat sisi positifnya saja, perhatikan juga sisi negatifnya. Dengan begitu kita menjadi lebih waspada terhadap teknologi internet yang ternyata seperti memiliki “dua mata pisau”.

“Ketika kita mulai bergantung pada komputer untuk menjadi perantara pemahaman kita tentang dunia, jangan-jangan kecerdasan kita sendirilah yang nantinya akan berubah menjadi kecerdasan buatan.”

Waspadalah.

View all my reviews

Baca Buku: Merdeka Dalam Bercanda

Merdeka Dalam Bercanda
Merdeka Dalam Bercanda by Pandji Pragiwaksono

My rating: 5 of 5 stars

Baca Buku: Merdeka Dalam Bercanda

Merdeka. Indonesia pasti bisa merdeka dalam bercanda.

Buku ini ditulis oleh Pandji Pragiwaksono. Pandji ini merupakan satu dari stand-up comedian di Indonesia. Dia mungkin tidak lebih baik dan lebih lucu daripada yang lain, tapi hanya dialah yang juga ngerap, menulis buku, pengusaha clothing basket, komikus, penyiar radio, MC, presenter televisi, guru public speaking & presenting. Banyak sekali, ya? Tak perlu iri.. Jalan kesuksesan kita masing-masing sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, bukan?

Buku ini menceritakan tentang perjalanan dalam membangkitkan stand-up comedy di Indonesia. Pertumbuhan stand-up comedy di Indonesia sendiri pun sekarang ini sudah mulai terlihat pesat sekali. Di televisi juga seringkali kita melihat berbagai comic yang berstand-up di atas panggung yang menghibur kita-kita semua.

Sekarang berbeda dengan dahulu. Dahulu, pastinya, stand-up comedy belum semeriah sekarang. Seperti yang dijelaskan oleh Pandji dalam bukunya, banyak orang-orang kita yang meragukan stand-up comedy akan berhasil di Indonesia. Karena stand-up comedy merupakan budaya luar. Coba kita telaah lagi mengenai stand-up comedy. Stand-up comedy ini hanyalah merupakan format, format menyampaikan dengan berdiri (yang biasanya) sendirian di atas panggung. Namun, bagaimana dengan kontennya (isinya)? Ya, tetap komedi-komedi juga, tohh. Kalau orang suka dengan komedi ya walaupun dengan format apapun pasti akan suka juga. Jadi, apa masalahnya?

Ada beberapa nama yang tidak bisa lepas dari budaya stand-up comedy di Indonesia, yaitu Warkop, Taufik Savalas, Ramon Papana, Iwel Wel, Indra Yudhistira, Agus Mulyadi, dan Raditya Dika. Mereka semua ini pahlawan yang memajukan stand-up comedy di Indonesia. Bahkan, saya ingat dahulu pertama kali saya menyaksikan stand-up comedy, yaitu dengan melihat video Raditya Dika yang ada di Youtube, yang waktu itu sedang ramai-ramainya dan selalu muncul di timeline facebook saya. Unik sekali. Dan, banyak yang suka itu.

Di dalam buku ini juga terdapat penjelasan-penjelasan mengenai istilah yang ada di stand-up comedy, yaitu seperti bit, set, set up, punchline, kill, dan bomb.

Pandji juga bercerita mengenai pertunjukan tunggalnya yang diberi nama “Bhinneka Tunggal Tawa”. Mulai dari mempersiapkan bit-bit, mempersiapkan tim untuk mengurus pertunjukan tunggalnya tersebut, hingga kegembiraan dia setelah melakukannya dengan berhasil. Salut buat Pandji.

Bagus, oleh karena itu saya mencoba me-review buku “Merdeka Dalam Bercanda” ini. Buku ini memberikan banyak wawasan baru bagi saya mengenai dunia stand-up comedy. Walaupun saya bukan seorang comic, tapi saya adalah seorang penikmat stand-up comedy. πŸ™‚

VIVA LA KOMTUNG!

View all my reviews

Buku Merdeka Dalam Bercanda

Buku: Merdeka Dalam Bercanda