Kadang Papan Pemberitahuan Pun Bisa Saja Salah

Melihat gambar di atas, yang terpikirkan oleh saya adalah terdapat dua informasi, yaitu ada Lift dan ada Toilet. Namun kenyataannya? Hanya ada lift saja 🙂

Soalnya, bagi saya, jika melihat ada gambar pria dan wanita di papan tersebut, itu menunjukkan ada toilet di sana. Dan ternyata, toiletnya bahkan tidak ada wkwk.

Gatau juga ya bagaimana pendapat kalian jika melihat gambar tersebut. Silahkan isi di kolom komentar ya.

Kalau banyak yang sependapat, berarti perlu dilakukan perubahan pada desainnya ya. Kalau dalam ilmu desain yang saya pelajari, ini terkait dengan User Experience.

Bagi para desainer, perlu memikirkan hal-hal ini. Dan libatkan juga user untuk memastikan desainmu sesuai dengan yang diinginkan dan mencapai hasil yang terbaik.

Hehe. Ini saja ya.

Membangun Pemimpin Team dan Budaya Hyamn Pemenang

Hari Sabtu kemarin, pada tanggal 18 Februari 2017, saya baru saja mengikuti kegiatan yang diadakan perusahaan tempat saya bekerja, Hyamn Group.

Seru banget. Pokoknya seru. Hehe.

Saya yang diamanahkan sebagai Head of Marketing Support Hyamn Group, mewakili departemen saya untuk mengikuti kegiatan ini. Ya, masing-masing Head dari Unit, Divisi, dan Departemen lainnya juga turut hadir di acara ini. Namun, tidak hanya Head-Headnya saja yang diundang, beberapa dari tim sales dan operational juga ikut hadir.

Kegiatan ini diadakan di wilayah Villa Bukit Hambalang, Bogor.

Banyak games-games menarik yang diadakan. Yang pada intinya adalah permainan yang mengandalkan kerja sama tim. Kami semua di sana juga sepakat untuk meninggalkan sementara pangkat serta jabatan kami.

team building hyamn group - team spirit

Ini foto saya bersama dengan Team Spirit sebelum bermain Paintball. Yeahhhh.

Beberapa pelajaran penting yang saya peroleh dari kegiatan ini:

  • Untuk memenangkan pertandingan perlu strategi dan kerja sama dengan baik.
  • Tentu juga komunikasi yang baik.
  • Semua itu ternyata bisa dilakukan dengan cara yang Fun. 🙂
team building pimpinan hyamn group

Membangun pemimpin team dan budaya Hyamn pemenang

Terima kasih semuanya. Semoga ke depannya dapat bekerja sama dengan baik antara Unit satu dengan Unit lainnya. Salam sukses 2017. 🙂

Berangkat Ngantor sambil Mendengarkan Podcast

Headset Bluetooth Mini 503

Apa yang dirasakan ketika kita menjalani sebuah rutinitas, lalu kita merasa perlu ada suatu perubahan untuk memaksimalkan hasil dari rutinitas tersebut. Ya, hal ini saya alami ketika saya berada dalam perjalanan berangkat ke kantor dan pulang ke rumah.

Di dalam perjalanan, saya merasakan banyak sekali waktu luang dan saya pikir sebenarnya waktu ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Terlintaslah sebuah ide untuk “Belajar” sambil menikmati perjalanan ke kantor.

Akhirnya pada waktu itu saya tergerak untuk membeli sebuah headset bluetooth. Pilihan saya jatuh pada headset bluetooth mini 503 yang saya dapatkan di Tokopedia dengan harga tak lebih dari Rp 150.000.

Selama kurang lebih 2 bulan ini, saya menikmati perjalanan sambil mendengarkan podcast. Dengan posisi telinga yang menempel dengan headset bluetooth, lalu tentu saja helm yang menempel pula dengan headset bluetooth tersebut. Untung saja tak terlalu berdesakan, semua berjalan normal. 🙂

Beruntung ada AppsCoast, dengan tagline-nya Indonesian Tech Startup Podcast, saya bisa mengikuti perkembangan berita seputar startup. Kalian Gokil, Mas Arif dan Mas Riza!

Tidak hanya itu, saya juga bisa mendapatkan tips-tips dari founder serta orang-orang yang terjun ke dalam ekosistem sebuah startup. Mulai dari Sofian Hadiwijaya, Alamanda Shantika, Yansen Kamto, Melisa Irene, Ollie, hingga Bena Kribo.

Kejadian ini pun berlanjut di hari-hari berikutnya. Saya memasang headset bluetooth lalu bersiap mendapatkan wawasan baru setiap saya berangkat ke kantor maupun pulang ke rumah. Saya merasakan manfaat yang luar biasa. Ga nyangka aja, ketika dalam perjalanan sambil mendengarkan podcast, saya bisa mendapatkan ilmu dan merasa termotivasi mendengarkan cerita-cerita mereka. Yang terpenting adalah menjadi bersemangat!

Tak hanya podcast, hal-hal lain pun juga bisa kita dengarkan. Misalnya, bagi yang berniat menghafalkan ayat quran ataupun hadits-hadits nabi, bisa memanfaatkan cara tersebut. Kita juga bisa mendengarkan rekaman ketika meeting dengan seseorang ataupun di kantor, guna mencegah melewatkan hal-hal penting ketika meeting tersebut. Banyak hal yaa yang bisa dilakukan.

Headset Bluetooth Mini 503

Headset Bluetooth Mini 503

Oke sampai jumpa ya di lain tulisan.

Selamat ber-podcast ria.

Kesempatan

Banyak kesempatan yang datang. Begitu juga dengan kesempatan yang berlalu begitu saja. Lengah sedikit, kesempatan hilang. Menunda, sama saja dengan membunuh secara perlahan.

Banyak hal yang bisa terjadi. Banyak juga dari hal-hal tersebut yang tak sesuai dengan yang kita inginkan. Apa yang bisa kita perbuat? Berdiam dan menunggu sepertinya bukan jawaban yang tepat. Persiapkan diri sebaik mungkin, sepertinya itu lah jawabannya.

Growth

sumber: https://www.flickr.com/photos/joel_r/

Ah, dunia ini. Kenapa tak bisa kita atur sesuka kita.

Kenapa tak bisa kita susun sedemikian rupa. Merapihkannya sesuai dengan kadar kenyamanan kita sendiri.

Ah, dunia ini. Pasti selalu ada penolakan.

Pasti akan ada yang meragukan dan menertawakan, atau bahkan mencemooh kita.

Namun, itulah hidup. Itulah indahnya hidup. Kita hidup di dunia yang indah sekali, bukan? Ketika hal-hal yang berlawanan, berkumpul menjadi satu. Mereka saling berinteraksi. Merekalah tinta-tinta kehidupan yang sebenarnya, sehingga hidup menjadi penuh warna.

Bergeraklah. Mari kita berikan warna-warna indah untuk dunia ini.

Ambil cepat kesempatan yang ada. Atau ciptakan kesempatanmu sendiri.

Siap.. Kita harus siap!

Takut Menjadi Diri Sendiri

Aku takut menjadi diriku sendiri. Aku sangat takut sekali dengan apa yang aku takutkan. Dengan hebatnya, aku menyembunyikan rasa takutku ini. Aku takut orang-orang lain tahu akan hal ini. Aku terlalu takut akan cemoohan mereka.

Aku ingin menjadi orang lain. Aku ingin melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Aku tahu, meskipun hal tersebut tidak cocok denganku. Tapi, aku ingin. Aku ingin dipuji. Aku terlalu haus akan pujian.

there's nothing to be afraid but you.

there’s nothing to be afraid but you.

Kasihan.

Tapi, aku tetap mencobanya. Aku penasaran.

Mulai ada pemberontakan yang sangat besar di dalam hati. Aku sadar, aku telah salah jalan. Aku berbalik, mencoba untuk menemukan jalan yang benar.

Menjadi seseorang yang bukan diriku sendiri memang tak ada gunanya. Semangatku mulai pudar. Melemah. Pengecut.

Aku bercermin, lalu aku tersenyum. Hmm, toh tak ada yang salah dengan diri ini. Lagipula, hidup adalah proses. Sebuah proses untuk belajar dan memperbaiki diri terus menerus. Tak ada yang salah. Kesalahan yang terjadi hari ini dan yang lalu masih bisa untuk diperbaiki. Pintu taubat masih terbuka sebelum nafas terakhir sampai di tenggorokan.

Aku juga teringat kepada orang-orang yang (maaf) memiliki keterbatasan. Hei, diriku masih jauh lebih beruntung dibandingkan dengan mereka. Betapa egoisnya aku. Aku memandang terlalu tinggi sampai-sampai aku melupakan orang-orang yang ada di bawahku.

Tuhan, terima kasih. Aku bersyukur.

Aku bangga menjadi diriku sendiri.

Kamu Seperti Hantu

Betapa hebat trik yang dilakukan oleh para pengiklan. Bagaikan hantu, produk-produk yang kita sukai (bahkan dia pun bisa tahu) terus saja bermunculan di kolom iklan di media sosial. 

Saya semakin heran dengan cara-cara cerdas yang digunakan para pengiklan dalam mengiklankan produknya. Iya, hal ini baru saya sadari ketika saya pada waktu itu mengunjungi sebuah situs jual beli online. Di situs tersebut, saya menemukan suatu barang yang menarik perhatian saya. Bukan barang mahal, namun hanyalah sebuah buku. Buku ini memang sudah saya inginkan sejak lama. Di situs tersebut, saya hanya melihat-lihat, membaca reviewnya juga, serta melihat komentar-komentar para user mengenai buku tersebut. Sudah. Lalu saya langsung pergi dari situs tersebut, kemudian melanjutkan kembali hal lain yang saat itu sedang saya kerjakan.

"Advertising everywhere"

Hari berganti hari, bahkan saya pun sudah tak ingat lagi tentang buku yang menarik perhatian saya tersebut. Tapi, kemudian semuanya berubah ketika pada suatu malam saya sedang memandangi lini masa halaman facebook. Tiba-tiba saya melihat pada sisi kanan halaman, yaitu muncul iklan sebuah buku. Dan kalian pasti bisa menebak, buku yang muncul tersebut adalah buku yang memang sedang saya cari.

“Ini anehh. Pasti ini sulapp. Kok bisa yaa.”

iklan di mana-mana (facebook)

iklan di mana-mana (facebook)

Karena diingatkan kembali, maka rasa ingin memiliki tersebut langsung memuncak seketika. Saya langsung melakukan pencarian di Google mengenai buku tersebut. Selain itu, untuk lebih puas membaca review-reviewnya, saya juga mengunjungi salah satu situs review buku, yaitu Goodreads. Hal yang tak terduga pun terjadi. Goodreads ternyata juga menampilkan iklan mengenai buku tersebut.

“Kok serem ya. Kok kayak hantu sih. Ih takuttt.”

iklan di mana-mana (goodreads)

iklan di mana-mana (goodreads)

Haha iya bila dipikir-pikir mirip seperti hantu ya yang terus menghantui kita kemanapun kita berada. Namun sebenarnya ini bukan hantu, hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Bila dilihat dari dua kasus tersebut, Facebook dan Goodreads lah yang memegang peranan penting di sini. Ia membuat sebuah algoritma yang dilakukan untuk memunculkan produk-produk yang sebelumnya kita kunjungi. Sebelum itu, para pengiklan perlu bekerja sama terlebih dahulu dengan Facebook dan Goodreads dengan membayar sejumlah uang tertentu agar produk-produk yang diiklankan tersebut muncul pada halaman pengguna. Keren sekali, bukan?

Trik hebat yang dilakukan ini juga menyetuh sisi psikologis dari pengguna. Semakin sering kita melihat barang tersebut, maka biasanya semakin besar pula keinginan kita untuk memilikinya, yang pasti dengan cara membelinya agar para pengiklan tersebut diuntungkan akan hal tersebut.

Lalu bagaimana dengan kelanjutan cerita saya dengan dihantui buku-buku tersebut?

Sejak sebulan yang lalu saya memang sudah menginginkan buku ini. Saya juga sudah mencarinya ke beberapa toko buku yang biasanya saya kunjungi. Namun hasilnya selalu saja nihil. Mau tidak mau, salah satu cara yang tersisa yaitu membelinya secara online. Akhirnya saya melakukan hal tersebut. Selamat ya, kamu berhasil menghantui saya. 🙁

Ohya, bahkan sampai hari ini pun setiap saya membuka halaman Facebook, saya selalu melihat iklan buku tersebut. Hii seremm kan jadinya..