Mendukung Bisnis Teman

Saya memiliki beberapa teman yang sedang menjalani sebuah bisnis atau usaha, di antaranya ada yang berkutat di bidang jasa pembuatan website, jasa pembuatan aplikasi, jasa pop art wajah, dan banyak lagi yang lainnya. Selain dalam bidang teknologi informasi, ada juga teman saya yang sedang berbisnis makanan. Misalnya, sosis laraz, yang dari penamaannya pun cukup unik. Kepanjangan dari laraz adalah laku kerazzz 🙂

Saya salut kepada mereka yang berani mengambil resiko dengan menjadi seorang pebisnis atau pengusaha. Banyak sebenarnya tantangan ke depannya yang mungkin belum mereka hadapi. Tapi, yang jelas, para pebisnis tersebut harus memiliki mental baja. Tidak boleh cengeng dan harus tangguh bila nantinya menghadapi kondisi separah apapun.

Mendukung Bisnis Teman
Mendukung Bisnis Teman

Bagi sesama pebisnis, sebenarnya kita perlu untuk saling mendukung dan saling bersinergi. Banyak sekali manfaat yang bisa didapat, salah satunya adalah market yang tentu saja bisa meluas karena memanfaatkan koneksi-koneksi sesama pebisnis.

Tak hanya sebagai sesama pebisnis saja. Misalnya kalian belum terjun ke dunia usaha, kalian juga sudah seharusnya men-support teman kalian yang sedang menjalani usahanya tersebut. Memang sudah seharusnya kita saling memakmurkan. Kasarnya, kenapa kita cenderung lebih suka memilih memakmurkan orang-orang yang tidak kita kenal (dengan membeli produk-produk ternama), padahal kita juga bisa memakmurkan orang-orang yang kita kenal (dengan membeli produk milik teman). Jangan pernah ada perasaan gengsi ketika membeli produk teman yang notabene misalnya belum terlalu “keren” tersebut. Selalu beri masukan dan beri dukungan kepadanya.

Saya punya pandangan seperti ini,

“Kita harus saling membantu satu sama lain. Ketika ada yang meminta bantuan kita, bantulah selagi kita bisa. Namun, ketika kita yang membutuhkan bantuan, maka tidak usah bingung lagi. Yakinlah, Allah bersama kita. Yakinlah, kita dikelilingi oleh teman-teman terbaik kita, yang senantiasa membantu kita di kala kita membutuhkan bantuannya.”

Yuk, saling mendukung dan membantu satu sama lain. Apalagi bagi yang sesama muslim. Ingat, sesama muslim itu bersaudara. Hehe, iya, hubungan kita lebih dari teman, bro. Kita bersaudara 🙂

Malam Jangan Dijadikan Alasan

Jumat lalu, saya baru saja melakukan pertemuan dengan seorang klien. Bukan seorang, lebih tepatnya dua orang, yakni dia bersama dengan seorang temannya. Uniknya, pertemuan kami pun dilangsungkan pada malam hari, jam 11 malam. Di saat orang-orang lain tertidur, kami malah asyik membicarakan sebuah proyek. Memang sungguh luar biasa.

Umur saya dengan mereka pun tak terpaut begitu jauh. Jiwa muda yang selalu bergejolaklah yang mengajak kami untuk melakukan pertemuan di malam hari. Akhirnya dipilihlah sebuah tempat yang asyik di sebuah minimarket.

Langkah Malam
Langkah Malam (sumber: https://www.flickr.com/photos/simon_mccheung/9883443873)

Malam terus berjalan. Tak terasa hari telah berganti ke hari lainnya. Mulailah nampak gejala-gejala fisik kita yang “berkata” terlalu jujur. Sehingga tanda-tanda kantuk pun mulai terlihat sekali dua kali. Saya merasakan ini. Karena sayalah sedang berada di posisi yang sedang mengantuk tersebut. 🙂

Dari pagi sampai sore hari, saya kuliah. Pulang kuliah pun masih harus melakukan konferensi dengan rekan-rekan satu tim Manglesoft untuk membicarakan mengenai perbaikan fitur aplikasi. Iya, ceritanya hari itu sedang sibuk-sibuknya.

Saya sendiri sebenarnya merasa tidak enak dengan klien saya tersebut. Saya tetap berusaha untuk mendengarkan keinginan mereka dan memberikan saran-saran serta solusi. Walau sikap saya yang terlihat sedikit mengantuk tersebut, tapi secara maksud bahwa apa yang saya sampaikan sepertinya tidak berkurang sedikitpun. Walau cenderung pasif, otak saya malah sedang aktif memikirkan beberapa strategi ke depannya yang dapat diterapkan kepada bisnis mereka.

Ah, iya. Tak usah merasa bersalah seperti itu.. Jadi, malam jangan dijadikan alasan, karena peluang adalah tetap peluang. Mau datang kapan saja pun harus kita kejar, bukan? Karena di situlah terdapat niat suci untuk membantu sesama. 🙂

Kerja Sama Manglesoft dengan CorelMonster

Dalam waktu dekat ini, Manglesoft akan melakukan kerja sama dengan CorelMonster. CorelMonster, seperti yang dikutip dalam situsnya, merupakan sebuah program pembelajaran desain grafis jarak jauh berbasis media online / digital.

Kebetulan founder CorelMonster ini adalah kawan saya sendiri, Ajis Muslim. Kami sama-sama berasal dari kampus yang sama, yaitu Universitas Gunadarma. Entahlah, ide untuk bekerja sama ini terpikirkan begitu saja ketika kami satu sama lain saling mengetahui bahwa kami memang sedang merintis suatu usaha walaupun di bidang usaha yang berbeda. Manglesoft bergerak di industri software yang ditujukan untuk para pelaku usaha laundry, sementara CorelMonster bergerak di bidang pembelajaran desain berbasis media online.

“Lebih baik jalan bersama-sama dibandingkan jalan sendiri-sendiri,” itulah yang terpikirkan oleh saya. Maksudnya adalah dengan melakukan jalan bersama-sama tentunya langkah kita akan semakin cepat, yang tadinya lambat setelah disemangati menjadi cepat, yang tadinya cepat bisa menjadi lebih cepat lagi. Manglesoft dan CorelMonster berharap agar kerja sama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak supaya laju startup kami pun menjadi semakin cepat.

Mengenai program kerja samanya seperti apa, untuk saat ini saya belum bisa memberikan bocorannya di sini. 🙂 Nantikan saja posting-posting dari saya selanjutnya.

Berikut ini adalah foto-foto dokumentasi hasil pertemuan Manglesoft (yang diwakilkan oleh saya seorang) dan CorelMonster.

Dokumentasi kerja sama Manglesoft dan CorelMonster
Ceritanya sedang bernegosiasi (kiri: Ajis Muslim, founder CorelMonster.com . kanan: Mahisa Ajy Kusuma, CIO Manglesoft.co.id)
Dokumentasi kerja sama Manglesoft dan CorelMonster
Ceritanya sedang melihat video. Video apa tadi ya? (kiri: Ajis Muslim, founder CorelMonster.com . kanan: Mahisa Ajy Kusuma, CIO Manglesoft.co.id )

Jangan lupa kunjungi terus info-info seputar manglesoft pada link-link berikut ini:

offisical website: manglesoft.co.id
facebook: manglesoft
twitter: manglesoft

Memberikan Laporan Progress Report Bersama Tim Aplikasi e-Broker

Kemarin, saya bersama dengan rekan-rekan tim pembuatan aplikasi e-Broker baru saja memberikan laporan Progress Report ke perusahaan. FYI, e-Broker adalah aplikasi yang ditujukan untuk perusahaan broker asuransi.

Seperti yang telah saya tulis pada tulisan sebelumnya, “Testing Aplikasi di Perusahaan”, pembuatan aplikasi ini pun sudah mencapai fase yang ke-2.  Berbeda dengan kunjungan saya waktu itu yang melakukan testing aplikasi e-Broker fase pertama, kunjungan saya kali ini yaitu untuk melaporkan hasil pembuatan aplikasi e-Broker fase yang ke-2, seperti yang sebagaimana tertuang pada laporan Progress Report.

Berkat sahabat-sahabat saya yang super, status pembuatan aplikasi ini pun sudah mencapai 90%. Itu artinya tinggal sedikit lagi usaha yang kami lakukan untuk menyelesaikan aplikasi ini.

Beruntung, waktu libur kami kemarin cukup panjang, sehingga kami bisa memanfaatkan waktu luang tersebut untuk menyelesaikan aplikasi ini. Baru saja kemarin, saya mendapatkan kabar bahwa perkuliahan pun sudah dimulai kembali pada hari esok, hari rabu. Setelah kuliah dinyatakan masuk, secara tidak langsung waktu luang kami pun berkurang.  Alhasil, kami pun harus waspada agar tidak bentrok dalam berbagi waktu antara kuliah, tugas, dan mengerjakan aplikasi ini. Masih ada sisa satu hari ini untuk bersantai-santai sekaligus melanjutkan apa yang seharusnya dilanjutkan.

Kemarin, di salah satu ruangan di perusahaan tersebut, kami membicarakan mengenai laporan progress report ini dengan pemilik perusahaan. Beliau seorang wanita. Saya juga baru bertemu pertama kali, karena pada pertemuan-pertemuan sebelumnya saya memang belum sempat bertemu dengan beliau. Beliau orangnya tegas, tegas sekali. Sosok seorang pemimin memang harus selalu bersikap tegas. Sikap-sikap beliau akan saya ingat dan saya tiru untuk saya praktekkan nanti ketika saya memimpin sebuah perusahaan. Iya, untuk kesekian kalinya saya mendapatkan pelajaran dengan orang-orang baru yang telah saya temui.

Lalu, kami beralih ke ruangan selanjutnya. Ini adalah ruang rapat, yang nantinya kami akan melakukan presentasi aplikasi e-Broker di ruangan ini. Selain Om Benny, kebetulan Om Caesar juga turut hadir. Ohya mereka berdua berasal dari Fortuna Jaya Utama sekaligus menjadi pembimbing kami selama ini untuk menjadi seorang entrepreneur di bidang teknologi.

Bersama dengan rekan-rekan dari tim e-Broker
Bersama dengan rekan-rekan dari tim e-Broker
Foto dulu sebelum mempresentasikan aplikasi e-Broker.
Foto dulu sebelum mempresentasikan aplikasi e-Broker.

Saat di ruang rapat tersebut terdapat pula sedikit perdebatan kecil. Semua yang mengganjal tersebut kami catat untuk selanjutnya kami perbaiki. Iya, karena ini adalah sebuah proses untuk menuju kesempurnaan.

Progress Report aplikasi e-Broker.
Progress Report aplikasi e-Broker.

Masih ada sisa waktu untuk menyelesaikan kelanjutan aplikasi yang tersisa 10%. Semoga kami masih tetap bersemangat untuk menyelesaikan ini sampai akhir. Ya, semoga selesai tepat waktu. Bagaimana kalau tidakkkk?? Bisa berbahaya tentunya.. Hehehe..