Merubah Paradigma, dari Downloader menjadi Uploader

Memiliki banyak file (ebook, musik, video, gambar, dan lain-lain) itu memang menyenangkan. Kita dapat menentukan file apa yang akan kita gunakan saat itu juga. Kita juga bebas memilihnya. Mau ini, mau itu, ya monggoooooo. Ibaratnya, semakin banyak ragam jenisnya, maka semakin bahagialah kita.

Terutama, bagi kalian yang sangat hobi sekali mengunduh (download) berbagai macam file yang tersebar luas di Internet. Apapun itu. Mungkin kalian akan semakin berbesar hati apabila telah selesai mengunduh file tersebut. “Gratis men. Iya, benar. Mumpung gratis loh.” begitu katanya.

Tetapi, apakah file tersebut pada akhirnya akan kalian gunakan secara maksimal, atau malah hanya memenuhi ruang di harddisk saja?

Saya seringkali dihadapkan pada situasi tersebut. Hmm, maksudnya bukan karena saya seorang downloader sejati lohhh. Hehehe. Situasi tersebut terjadi pada saat saya melihat sesuatu yang menarik yang terdapat pada website tertentu. Biasanya saya tertarik terhadap ebook-ebook yang ada. Tanpa pikir panjang, saat itu saya langsung saja mengunduh file-file ebook tersebut. Alasannya hanya satu, karena koneksi sedang cepat-cepatnya, dan sayang sekali apabila dibiarkan begitu saja. 😀

Lucunya, seringkali saya tiba-tiba menjadi lupa ingatan akan file yang telah saya unduh tersebut.Hingga pada akhirnya file tersebut hanya menjadi angin lalu saja. Atau mungkin, bila tidak lupa, maka menjadi pura-pura lupa. Mengenaskan sekali, bukan? 🙁 Kalau kalian bagaimana?

Sangat berbanding terbalik sekali ya. Saat proses pengunduhannya semangat sekali, namun, saat hendak membacanya tiba-tiba saja rasa malas teramat sangat mulai menghantui diri kita. Apabila kejadian tersebut berulang-ulang, maka harddisk komputer lah yang akan menanggung akibatnya. Semakin banyak saja file yang berada di komputer, dan lama kelamaan berpengaruh terhadap performa komputer.

Paradigma tersebutlah yang seharusnya kita rubah, atau sebaiknya kita perbaiki. Mungkin kita dapat memilah dan memilih setiap file yang hendak kita unduh. Bersikaplah lebih bijak, supaya tidak repot-repot untuk menghapus file-file lainnya guna memberikan ruang di harddisk. Karena menghapus file itu rasanya sangat tidak menyenangkan sekali. Benar tidak?

Kita juga dapat merubah peran kita. Yang tadinya downloader sejati, menjadi uploader sejati. Upload saja file-file yang menurut kalian berguna bagi orang banyak. Jangan pernah takut untuk berbagi.

Saat ini saya juga sedang berusaha untuk itu. Namun, bukan dalam bentuk file, melainkan pemikiran. Ya, seperti yang tertuang di dalam blog ini. Mungkin kalian menyebutnya curhatan, tapi saya menyebutnya pemikiran. 🙂

Keep sharing, guys!

Sedikit Kendala Python, Percabangan Proses, serta Waktu Tunggu

Apa kabar suasana pagi di hari rabu yang cerah ini? Semoga saja engkau selalu menebarkan keceriaan di tengah-tengah padatnya aktifitas yang nantinya akan dijalani oleh banyak orang, termasuk saya.

Pagi ini, saya masih berkutat dengan tugas pemrograman dengan menggunakan konsep client server. Saya mencoba beralih menggunakan bahasa pemrograman Python. Alasannya sederhana. Ya, sesederhana bahasa pemrograman yang saya gunakan. Katanya..

Mengenai konsep Client serta Server pun sudah saya mengerti secara garis besarnya. Namun, implementasi ke dalam programnya lah yang menimbulkan sedikit masalah. Masalah yang sedaritadi saya hadapi, yaitu mengenai proses percabangan serta waktu tunggu oleh Server.

Bagaimana caranya agar Server dapat menjalankan proses lainnya setelah memastikan bahwa tidak ada interaksi dari user selama waktu yang telah ditentukan? Sederhananya sih, saya ingin membuat Server tersebut seolah-olah tidak menunggu terlalu lama. Kalau menurut Band Gigi dalam lagunya yang berjudul Ya Ya Ya, “Menunggu itu bosan. Bosan yang memusingkanku.” Ada benernya juga..

Padahal saya sudah mencoba beberapa perintah dalam Python, seperti time.sleep(20) dan sys.exit(0). Tetapi itu rasanya belum cukup.

Bagaimana ya solusinya? Semoga saja selalu ada pencerahan di tengah gelap dan minimnya pengetahuan yang saya miliki. Mungkin saja Sang Surya dengan baik hati memberikan setitik cahayanya untuk saya. Semoga..

Berbuka dengan Takjil Gratis di Jalan

TIDAK terasa ya, bulan Ramadhan sudah akan memasuki 10 hari terkahir. Perasaan baru saja kemarin kita mulai menjalani puasa, dan dalam hitungan beberapa hari ke depan, kita sudah akan meninggalkan bulan suci ini. Setelah itu menyambut hari raya Idul Fitri di bulan yang baru.

Menjelang waktu berbuka puasa, biasanya jalanan menjadi ramai sekali. Hampir setiap sudut jalanan dipenuhi oleh para pengendara motor dan mobil yang seakan-akan berlomba-lomba untuk mencapai rumahnya masing-masing. Mungkin hampir semuanya beranggapan, “Siapa cepat, dialah pemenangnya.” Itulah sebabnya banyak pengendara yang ingin menjadi pemenang, dan tidak mau kalah dalam petualangannya di jalan.

Beberapa dari pengendara tersebut, diantaranya juga ada yang sedang NGABUBURIT. Mereka berkeliaran di jalanan sembari menunggu waktu berbuka.Biasanya mereka berkendara sambil tertawa ria dengan teman-temannya. Apalagi jika ada gadis cantik yang mereka temui di jalan, saat itu juga siulan mereka tiba-tiba saja keluar langsung dari mulut mereka. Wah, seru dehhh. Cikiciwww. 😀

Ngomong-ngomong mengenai suasana di jalanan saat bulan Ramadhan. Sore tadi, saya mendapatkah suatu berkah saat sedang mengarungi perjalanan pulang dari kampus.

Jalan yang saya lalui tadi bisa dibilang sangat padat sekali. Motor dimana-mana, mobil dimana-mana, dan angkot juga ngetem dimana-mana. Saya beranggapan bahwa bukan hal yang aneh kemacetan yang saya temui tersebut. Karena memang tadi sore saya pulang agak telat dari kampus.

Saya bersabar di tengah-tengah kerumuman para pengendara jalanan. Jalan sedikit-sedikit pun sudah Alhamdulillah. Akhirnya, lama-kelamaan kendaraan saya pun sudah jauh berpindah dibandingkan dengan posisi sebelumnya. Setelah saya berada jauh di depan, saya mulai mengetahui penyebab kemacetan tersebut. Ternyata kemacetan tersebut disebabkan oleh pembagian takjil gratis di jalanan.

Para pengendara berusaha mengantri untuk mendapatkan takjil tersebut. Ibaratnya, sebuah rezeki disaat detik-detik menjelang berbuka puasa. Melihat keadaan tersebut, saya pun menjadi tergoda untuk mendapatkannya. Saya yang saat itu sedang berada di tengah-tengah jalan, mencoba merapat ke sisi kiri jalan, dan akhirnyaaa. TASSS. Tiba-tiba salah satu dari sekian banyak takjil tersebut sudah berpindah ke dalam genggaman tangan saya. Hehehe.

Padahal sebelumnya, baru saja saya membicarakan dengan teman kampus, yang seringkali mendapatkan takjil gratis di jalanan. Eh, tanpa disangka, ternyata hal tersebut terjadi juga kepada saya.

Tak lama kemudian, adzan magrib pun berkumandang. Akhirnya saya dapat berbuka puasa di tengah-tengah padatnya jalanan petang itu. Alhamdulillah.

Terima kasih untuk para pembagi takjil di jalanan. Berbagi itu memang indah, apalagi bila dilakukan di bulan yang suci ini. 🙂

Rencana Pindah Rumah (Nge-Blog)

Entah kenapa, saat ini saya berpikiran untuk bisa benar-benar pindah nge-blog ke situs yang satu ini. FYI, sebelumnya, saya memang suka ‘iseng’ nulis di blogspot. Kalo teman-teman mau lihat, berikut situsnya www.mahisaajy.blogspot.com .

Sebenarnya ada beberapa alasan yang mempengaruhi saya untuk pindah ke situs ini, yaitu:

  1. Saya sudah mengeluarkan biaya untuk membuat situs ini. Biayanya yaitu untuk domain dan hosting. Sayang juga kan kalau dianggurin begitu saja.
  2. Dengan berbayar tersebut, terlihat situs ini menjadi (sedikit) resmi. Iya dong, sehingga para pengunjung menjadi tidak ragu akan kualitas situs.
  3. Mencegah penghapusan blog secara massal. Saya pernah mendengar beberapa cerita mengenai penghapusan blog yang sebelumnya tanpa pemberitahuannya terlebih dahulu. Bagaimana rasanya saat blog kita yang berisi banyak sekali tulisan kita tersebut, dihapus begitu saja?
  4. Lebih bebas. Ini yang paling penting nih. Kita bebas untuk menuliskan sesuatu konten. Bebas disini ya benar-benar bebas, termasuk konten yang ‘aneh-aneh’ atau apalah.

Doakan saja semoga niat ini menjadi terlaksana dengan baik. Atau mungkin ada lagi alasan lainnya supaya saya semakin mantap untuk benar-benar ‘move-on’ ke situs ini?

Yeahhh. Finally, I Have a Personal Website

This is the first time that I post in my personal website. Yeahhh, I feel very happy right now. Because this site is mine. The main domain website is mahisaajy.web.id, and the blog domain is blog.mahisaajy.web.id. So cool..

In addition, I also have a blog in other site. The site is mahisaajy.blogspot.com. You can visit it. In there, I post so many article about my life. The article was written in Indonesian. Ohyeahh, because I’m indonesian people.

Maybe, I will use my blog site to write in English. Like this post. I wish I could speak in English fluently.

Wait for the next post. Happy Blogging.