Reinstall Grub Ubuntu ke Partisi EFI

Kali ini saya mau sharing tentang Linux, yakni tentang cara reinstall grub ubuntu ke partisi EFI.

Hal ini terjadi di laptop rekan saya. Ceritanya pada waktu itu kita melakukan kesalahan dalam menjalankan command, sehingga laptop rekan saya tidak bisa untuk booting ke sistem operasi. Setelah kami cek, ternyata ada masalah dalam grub nya.

Alhamdulillah, setelah berkali-kali mencoba, akhirnya ketemu solusinya di Google. Solusinya ada di halaman berikut ini:

https://askubuntu.com/questions/831216/how-can-i-reinstall-grub-to-the-efi-partition

 

Saya salinkan di sini:

 

Reinstall the GRUB boot loader to your Ubuntu installation in EFI mode this way …

Boot from the Ubuntu installation medium and select ‘Try Ubuntu without installing’.
(Boot your install medium in EFI mode, select the Ubuntu entry with UEFI in front.)

Once you are on the Live desktop, open a terminal and execute these commands :

  • sudo mount /dev/sdXXX /mnt
  • sudo mount /dev/sdXX /mnt/boot/efi
  • for i in /dev /dev/pts /proc /sys /run; do sudo mount -B $i /mnt$i; done
  • sudo chroot /mnt
  • grub-install /dev/sdX
  • update-grub

Note : sdX = disk | sdXX = efi partition | sdXXX = system partition

To identify the partitions use GParted, the tool is included in the installation medium.
After having run the commands GRUB will be installed in the separate EFI partition.

 

Sekian. Selamat mencoba.

Memisahkan Sheet di Excel Menjadi File Excel Lain

Malam ini terbesit ide untuk menuliskan tentang sebuah tips dan trik yang saya dapatkan ketika di kantor.

Rekan kerja di kantor saya meminta tolong untuk memisahkan sheet di excel menjadi file excel lain secara terpisah.

Dari sheet-sheet berikut ini:

Dipecah menjadi file-file terpisah seperti ini:

Awalnya saya mau melakukan ini secara manual, namun setelah melakukannya pada beberapa sheet, kok rasanya pekerjaan ini berulang-ulang dan terasa “membosankan”. Dan juga sheet-sheet yang ada ini juga terlalu banyak, kurang lebih ada 20an. Berhubung saya rajin malas (hehehe), maka saya coba riset sedikit di google. “Apakah bisa pekerjaan ini diotomatisasi?” begitu pikir saya  dalam hati.

BANG! Setelah saya googling sedikit, maka ketemu caranya. Ada pada halaman berikut ini . Saya lihat tutorial tersebut dan melihat pada bagian berikut:

Export And Save Worksheets As New Workbook With VBA Code

Tanpa ragu, saya mencobanya. BANG! Berhasil ternyata. Ini magic. Hehehe.

Alhasil saya bisa menghemat waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Jadi berikut ini scriptnya. Silahkan mencoba. Dan tutorial lengkapnya ada di sini ya: https://www.extendoffice.com/documents/excel/785-excel-save-export-sheet-as-new-workbook.html

Sub SplitWorkbook()
‘Updateby20140612
Dim FileExtStr As String
Dim FileFormatNum As Long
Dim xWs As Worksheet
Dim xWb As Workbook
Dim FolderName As String
Application.ScreenUpdating = False
Set xWb = Application.ThisWorkbook
DateString = Format(Now, “yyyy-mm-dd hh-mm-ss”)
FolderName = xWb.Path & “\” & xWb.Name & ” ” & DateString
MkDir FolderName
For Each xWs In xWb.Worksheets
xWs.Copy
If Val(Application.Version) < 12 Then
FileExtStr = “.xls”: FileFormatNum = -4143
Else
Select Case xWb.FileFormat
Case 51:
FileExtStr = “.xlsx”: FileFormatNum = 51
Case 52:
If Application.ActiveWorkbook.HasVBProject Then
FileExtStr = “.xlsm”: FileFormatNum = 52
Else
FileExtStr = “.xlsx”: FileFormatNum = 51
End If
Case 56:
FileExtStr = “.xls”: FileFormatNum = 56
Case Else:
FileExtStr = “.xlsb”: FileFormatNum = 50
End Select
End If
xFile = FolderName & “\” & Application.ActiveWorkbook.Sheets(1).Name & FileExtStr
Application.ActiveWorkbook.SaveAs xFile, FileFormat:=FileFormatNum
Application.ActiveWorkbook.Close False
Next
MsgBox “You can find the files in ” & FolderName
Application.ScreenUpdating = True
End Sub

Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan BMKG yang mengalami hal serupa di atas seperti saya. Dan juga semoga bermanfaat untuk para pembaca blog ini.

Berhubung ini masih di pertengahan Ramadhan. Terus tingkatkan ibadah, ya Guys.

See you.

Cara Install Printer HP 1515 di Linux

Awalnya saya ragu, printer HP 1515 dapat digunakan di Linux. Namun, setelah saya menyusuri lembah Google, saya menemukan sebuah pencerahan, printer dengan tipe tersebut ternyata juga bisa digunakan di Linux.

Kali ini saya akan berbagi bagaimana cara melakukan instalasi printer HP 1515 di Linux. Distro Linux yang kali ini saya gunakan yaitu Ubuntu 14.04. Berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama, download terlebih dahulu aplikasi HPLIP di situs berikut. Setelah halaman tersebut terbuka, lalu klik tombol “Download HPLIP”

Buka aplikasi Terminal.

Lalu, jalankan perintah berikut untuk memulai proses instalasi HPLIP

hplip_ubuntu_quantal_6_thumb

Setelah itu, lalu akan ada pilihan untuk memilih mode instalasi. Pilih yang automatic.

hplip_ubuntu_quantal_1_thumb

Lalu, pilih remove and install.

hplip_ubuntu_quantal_2_thumb

Instalasi selesai. Restart komputer Anda.

Lalu, setelah itu akan muncul ikon aplikasi HP di bagian kanan atas.

hplip_ubuntu_quantal_3_thumb

Aplikasi sudah terinstall. Lalu sekarang coba koneksikan printer dengan komputer.

Kalau saya pribadi, printer saya sudah otomatis terkonfigurasi dengan baik. Kalau belum, coba tekan tombol ikon tambah untuk menambahkan device secara manual. Pilih next, next, lalu add printer.

hplip_ubuntu_quantal_4_thumb

hplip_ubuntu_quantal_5_thumb

Taraaa. Sekarang printer HP 1515 milik Anda sudah siap untuk digunakan.

Thanks to liberiangeek for your tutorial and screenshot. 🙂

[Solved] Arch Linux – /usr/bin/X: error while loading shared libraries: /usr/lib/libdrm.so.2: file too short

Akhirnya, masalah kecil ini bisa terselesaikan juga. Dari beberapa hari yang lalu, saya memang dibuat bingung oleh Arch Linux. Semenjak proses upgrade yang waktu itu tidak selesai, mungkin dikarenakan suhu yang tak kunjung menurun (malah semakin memanas), dan tiba-tiba saja menyebabkan notebook milik saya shutdown dengan sendirinya.

Saat itu saya mencoba untuk tetap tidak panik. Saya langsung berniat untuk menyalakan kembali notebook saya. Setelah memasukkan username serta password, tiba-tiba hal yang saya takutkan terjadi.  Ketika saya mengetikkan “startx“, bukannya desktop yang muncul, namun malah sebuah pesan error yang muncul. Kira-kira seperti ini pesan errornya:

/usr/bin/X: error while loading shared libraries: /usr/lib/libdrm.so.2: file too short
xinit: giving up
xinit: unable to connect to X server: Connection refused
xinit: server error

Jegerr, apa yang harus saya lakukan sekarang. Saya coba menggunakan sistem operasi lainnya, openSUSE, yang kebetulan sudah terinstall dengan manis pada Notebook saya, untuk mencari tahu permasalahan yang sedang terjadi tersebut.

Kala itu, saya mencarinya dengan setengah hati, dikarenakan saat ini saya memang sedang disibukkan dengan penulisan skripsi, yang mengakibatkan pikiran saya terbagi ke dalam beberapa bagian. Mau mikir ini, mau mikir itu, eh jadi malah pusing sendiri. Haha.

Ternyata benar, akibat ke-setengah-hati-an tersebut, saya belum bisa menyelesaikan masalah ini.

Baru sampai hari ini, saya berniat untuk kembali mencoba bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Semangatlah! Saya selalu beranggapan dengan semangat semuanya pasti bisa teratasi.

Setelah saya berkutat dengan kolom pencarian Google dan berkunjung ke banyak situs, saya berhasil menemukan solusinya. 🙂

Berikut saya akan jabarkan langkah-langkahnya:

Pertama, upgrade terlebih dahulu

# pacman -Syu

Berdasarkan pesan error yang tadi ada di atas, sepertinya yang bermasalah adalah file “/usr/lib/libdrm.so.2”. Oleh karena itu, saya coba install file tersebut

# pacman -S libdrm

Namun, ternyata malah menimbulkan pesan error ldconfig

ldconfig: File /usr/lib/libftdi1.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libunrar.so.5.0.14 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_nouveau.so.2.0.0 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libftdi1.so.2 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libftdipp1.so.2.0.0 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_radeon.so.1.0.1 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_intel.so.1.0.0 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm.so.2 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_radeon.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libkms.so.1.0.0 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_radeon.so.1 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_nouveau.so.2 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libftdipp1.so.2 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libunrar.so.5 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_intel.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libftdipp1.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libftdi1.so.2.0.0 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_intel.so.1 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libkms.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libunrar.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libkms.so.1 is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm_nouveau.so is empty, not checked.
ldconfig: File /usr/lib/libdrm.so.2.4.0 is empty, not checked.

Jangan khawatir. Masalah ini teratasi dengan menambahkan perintah –force

# pacman -S libdrm --force

Kemudian, saat saya coba mengetikkan “startx” pada terminal, ternyata berhasil, men. Horeee.

archlinux
Desktop yang lama tersembunyi, sekarang sudah bisa digunakan kembali.

Konfigurasi Scanner Canon CanoScan LiDE 25 di Ubuntu Linux

SETELAH sekian lama “terlelap dalam mimpi”, akhirnya Scanner milik saya dinyatakan telah “terbangun dari tidur panjangnya”. Semoga saja performanya masih tetap OK dibandingkan dengan sebelumnya.

Sebelumnya, saya memang sudah seringkali menggunakan Scanner tersebut, dengan merek Canon tipe CanoScan LiDE25, di sistem operasi Windows. Karena drivernya pun telah disediakan di situs berikut. Saya tidak perlu lagi mengkonfigurasinya lebih lanjut, karena cukup menjalankan file installer driver-nya, dan double click pada program yang telah diinstalasi tersebut. Setelah itu, Scanner pun siap untuk digunakan.

Saya berencana untuk tidak menganaktirikan sistem operasi favorit saya, Ubuntu Linux. Oleh karena itu, saya pun mencarikannya beberapa referensi, agar saya tidak perlu berpindah OS pada saat ingin menggunakan Scanner di Ubuntu. Ohya, saya menggunakan Ubuntu versi 13.04.

Berikut langkah-langkah bagaimana mengkonfigurasi Scanner Canon CanoScan LiDE25 di sistem operasi Ubuntu Linux:

  • Hubungkan Scanner dengan komputer atau Notebook.
  • Buka Terminal, ketikkan perintah berikut.

$ sudo su

  • Cek Scanner, apakah sudah terkoneksi dengan baik.

# sane-find-scanner

  • Setelah itu akan muncul pesan. Itu menandakan bahwa Scanner telah terbaca. Lihat pada baris berikut.

found USB scanner (vendor=0x04a9 [Canon], product=0x2220 [CanoScan]) at libusb:001:005

  • Jalankan perintah di bawah ini untuk mencari file mana yang harus diedit.

# scanimage -L

  • Setelah itu akan muncul pesan berikut.

device `plustek:libusb:001:005′ is a Canon CanoScan LiDE25 flatbed scanner

  • Terdapat kata “plustek” pada pesan tersebut. Selanjutnya edit file plustek tersebut dengan menggunakan file editor favorit kalian, misalnya vim.

# vim /etc/sane.d/plustek.conf

  • Cari tulisan [usb] di dalam file plustek, ganti menjadi.

[usb] 0x04a9 0x2220

  • Jika sudah, maka jangan lupa disimpan.

Sampai pada tahap ini, Scanner telah terkonfigurasi dan siap untuk digunakan. Untuk mengujinya, yaitu:

  • Buka program Simple Scan. Kalian bisa mencarinya di dash menu yang ada di pojok kiri layar.
  • Klik icon scan yang ada pada toolbar program.
  • Selanjutnya Scanner mulai melakukan proses pemindaian.

Sudah berhasil, bukan? 🙂