Lomba Inovasi – Muslim Startup Summit Armada

Muslim Startup Summit adalah sebuah ajang lomba terkait dengan penyelesaian isu-isu seperti lingkungan, kesehatan, keamanan, teknologi, makanan & minuman, ekonomi dan sebagainya. Muslim Startup Summit diselenggarakan oleh ARMADA, yaitu pemuda remaja masjid daarul uluum yang sangat aktif sekali di kota bekasi.

Acara final ini berlangsung pada tanggal 31 Maret 2019, bertempat di Econnection Space Bekasi.

Saya turut serta juga menjadi peserta di ajang acara ini. Hehe. Sebagai ajang mencari panggung untuk melatih kemampuan public speaking.

Peserta yang mendaftar tersebar di seluruh Indonesia, namun ternyata banyak dari mereka yang tidak bisa hadir pada kegiatan ini. Sebenarnya ada yang dari pulau sumatera, pulau jawa, dan pulau kalimantan.

Yang bisa hadir pada kegiatan ini yaitu ada mahasiswi IPB, dan yang terjauh ada mahasiswa/i dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Khan maen ya..

Untuk teman-teman, nantikan kegiatan Muslim Startup Summit Armada yang semoga insyaAllah dilaksanakan lagi pada tahun depan. Siapkan karya-karyanya dari sekarang..

Wahai para pedjoeang…

Pergilah… Kejarlah keinginanmu, selagi masih ada waktu..

Seminar Ilmiah – Membangun Kemandirian Pemodelan Cuaca Numerik Nasional (Ina-NWP)

Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG menyelenggarakan sebuah kegiatan dengan topik “Membangun Kemandirian Pemodelan Cuaca Numerik Nasional (Ina-NWP)”. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para ahli, peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang pemodelan cuaca sebagai usaha pemgembangan prediksi cuaca numerik.

Tentu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan akhir-akhir ini, masih dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-69.

Ada 4 agenda kurang lebih yang diadakan pada acara kali ini, yaitu:

  1. Seminar NWP (Numerical Weather Prediction)
  2. Pelantikan A3I (Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia)
  3. Launching AWOS iRMAVIA 1.0 dan CEWS 2.0
  4. Pameran Poster Inovasi (Pusdiklat)

Untuk kegiatan Pameran Poster Inovasi,  poster-poster ini adalah dari proyek perubahan para alumni peserta diklat kepemimpinan tingkat III dan IV tahun 2017 dan 2018. Kasubid saya, Bu Tri Nurmayati atau yang sering disapa dengan Bu Uthry, juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Berikut ini adalah posternya:

Bagus yaa

Ikut kegiatan ini menumbuhkan sebuah semangat baru untuk saya. Ingin rasanya suatu saat nanti bisa menjadi salah satu pemateri pada kegiatan-kegiatan seperti ini.

Wahai, Nak… Jalan para pedjoeang adalah jalan yang terjal dan curam. Para pedjoeang tahu itu dan tak pernah sedikit pun ia mengeluh.

Dan perdjoeangan bagiku adalah dengan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar…

Mengurus Surat Tilang Biru di Kemayoran (Enaknya Dekat Dari Kantor)

Yuppp sesuai judul, mungkin kalian sudah bisa menebak artikel ini akan mengarah ke mana.

Jadi pada tanggal sekian sekian (kurang lebih dua pekan lalu) saya kena tilang. Di daerah cempaka putih. Saya melaju di jalur cepat, soalnya saya hendak belok memutar arah. Namun sayangnya saya tidak membaca rambu-rambu yang ada bahwa motor tidak boleh lewat situ. Yasudah akhirnya polisi memberhentikan saya dan akhirnya saya kena tilang dehh. Kena deh.

Saya diberikan surat tilang berwarna biru. Ini artinya kita menerima bahwa kita melanggar peraturan lalu lintas.

Di situ tertera tanggal sidang yang harus saya ikuti yaitu tanggal 22 Februari 2019. Dan denda maksimal sebesar Rp500.000. Awalnya saya pikir sata harus membayar sejumlah uang tersebut. Setelah saya baca-baca lagi, ternyata itu adalah denda maksimalnya.

Karena kejadian tilang ini, saya coba tanya-tanya teman yang berpengalaman terkait kena tilang ini. Ternyata kita tidak harus datang saat tanggal sidang tersebut. Kenapa? Karena (katanya) prosesnya lama sekali. Teman saya menyarankan untuk datang di hari senin esoknya (yaitu hari ini tanggal 25 Februari 2019).

Saya datang ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang ada di Kemayoran. Saya melihat banyak orang yang telah berkumpul. Saya lalu tanya ke salah satu orang yang ada di sana, dan ternyata saya harus membayar denda tilang dulu di Bank.

Lalu saya direkomendasikan membayar di Bank Mandiri yang terletak di Askrindo, kebetulan karena lokasinya dekat.

Askrindo

Di bank mandiri, saya langsung datang dan diberikan formulir yang harus diisi. Setelah itu membayar sejumlah uang. Untuk kasus saya, saya diwajibkan membayar sebesar Rp70.000.

Setelah itu saya mendapatkan bukti pembayaran tilang. Lalu saya kembali lagi ke kantor Kejaksaan dan mengumpulkan Surat Tilang Slip Biru +Bukti Pembayaran Tilang. Kemudian saya diberikan nomor antrian.

Di sini menunggu panggilan antrian

Nah ini nih, menunggu memang membosankan ya. Saya mendapatkan nomor 117. Dan saat itu nomor antrian baru di nomor 50an.

Setelah saya amati, ternyata nomor yang dipanggil oleh petugas itu tidak urut. Kadang dari 50 lompat ke 60 lalu balik lagi ke 55, dan begitu seterusnya. Yang terpenting adalah fokus mendengarkan, guys.

Akhirnya tibalah nomor saya yang dipanggil. Saya langsung ke loket dan mengambil SIM saya. SIMnya disteples guys di bagian tengahnya hehe supaya ada kenang-kenangannya kali ya.

Alhamdulillah selesai urusannya. Ternyata tadi tidak lama ya, kurang lebih hanya satu jam. Mungkin bisa lebih cepat kalau saya sudah membayar denda terlebih dahulu di bank.

Tetap fokus ya di jalan dan patuhi rambu-rambu yang ada guys.

Sampai jumpa.