Wajah-Wajah Baru

Waktu terus berlalu. Semakin jauh waktu yang kita tempuh, maka akan tiba masanya kita bertemu dengan wajah-wajah yang sangat asing sekali. Merekalah pemilik wajah-wajah baru, penerus kita. Mereka mungkin akan menggantikan peran-peran kita. Sementara kita mulai berfokus untuk menempuh jalan kita masing-masing.

Generasi yang baru pun telah datang. Banyak sekali dari mereka semua yang belum saya kenal. Walaupun beberapa di antaranya sudah saya kenal, tapi hanya sebatas itu. Ya, bisa diibaratkan antara guru dengan muridnya.. Ah, sepertinya tidak , lebih tepatnya antara pembagi ilmu dan penerima ilmu.

Asisten Baru Lab Sistem Informasi 2014 PTA
Asisten Baru Lab Sistem Informasi 2014 PTA

Wajah-wajah baru mulai berkumpul. Maka tak lama kemudian akan muncullah kisah-kisah baru di dalamnya. Kisah-kisah yang tercipta dari sekumpulan anak yang penuh semangat dan memiliki mimpi-mimpi yang sangat tinggi. Ah, saya pun rindu sekali ketika menjadi seperti mereka.

Saya rindu dengan rasa penasaran. Rasa penasaran yang begitu memuncak pada malam-malam sebelum keesokan harinya beraksi. Beraksi di salah satu ruangan yang sedikit memacu adrenalin. Namun, tergantung bagaimana sikap kita dalam menyikapinya. Seorang pemenang pasti sudah tahu bahwa ia akan menang. Ia siap dengan segalanya yang akan terjadi. “Kan sudah pasti menang. Jadi, gak usah takut,” begitulah pikir seorang pemenang.

Saya juga rindu dengan suatu lingkungan yang baru. Uniknya, kita semua bersamaan menyembunyikan sikap kita yang sebenarnya, sembari berharap orang lain akan menganggap kita sebagai pribadi yang tenang dan berwibawa. Orang-orang mengenalnya dengan istilah JAIM (Jaga Image). 😀

Lagi-lagi saya rindu. Saya rindu dengan semuanya. Semua rekan-rekan seperjuangan yang dulu sama-sama berjuang mulai dari 0, hingga sekarang menjadi 0.1 🙂 . Sekarang semuanya mulai meniti jalan mereka masing-masing. Bahkan ada yang sudah mulai berjalan jauh di depan. Tapi, untungnya mereka masih sempat hadir di sekeliling kami-kami semua. Memberi semangat kepada semuanya tentang segala pengalaman yang telah mereka lalui.

Asisten Lab Sistem Informasi 2014
Asisten Lab Sistem Informasi 2014

Hei, wajah-wajah baru, torehkan kisah-kisah baru yang menarik, berharga, dan berkesan yang mungkin akan dikenang oleh wajah-wajah baru lainnya. Hadapilah dan nikmatilah. Dan jangan sungkan untuk bertanya 🙂

Diskusi Tentang Linux dan Penguin

Pada hari sabtu kemarin, saya kembali menjalankan tugas sebagai seorang asisten laboratorium sistem informasi (atau biasa disingkat LABSI). Lama tak bertugas, semangat saya pun terlihat sedikit membara dibandingkan beberapa hari sebelumnya, yang saya sibukkan dengan bersantai-santai saja di rumah.

Lama tak berinteraksi dengan banyak praktikan (sebutan untuk mahasiswa yang mengikuti praktikum), membuat saya juga harus beradaptasi kembali dengan suasana di ruangan lab. Saya berhadapan kembali dengan ketidakdisplinan mereka, kengeyelan mereka, kekritisan mereka, dan celotehan-celotehan mereka. Tapi, saya mencoba memandangnya dengan sudut pandang yang lain, dan menganggap itu semua sebagai bumbu penyedap ruangan lab. Tanpa perilaku-perilaku tersebut tentunya saya tidak akan belajar bagaimana menangani mereka semua.

Hari itu, saya mendapatkan tugas berjaga sebanyak 4 shift. Lama waktu 1 shift itu kurang lebih selama 2 jam. Jadi, total saya di ruangan pada hari itu yaitu selama 8 jam. Tak lengkap rasanya apabila saya hanya berdiam diri saja di belakang memeriksa map-map mereka dan memandang mereka dari kejauhan. Pada salah satu sesi, saya mendapatkan kesempatan menjadi tutor praktikum, yaitu seseorang yang bertugas menyampaikan materi mengenai praktikum yang berlangsung saat itu. Materinya pun saya sudah kenal dengan baik, yaitu Sistem Operasi.

Sistem Operasi yang digunakan yaitu Linux. Beruntung pula, saya melakukan pekerjaan sehari-hari dengan sistem operasi tersebut. Ringan, mudah digunakan, dan tidak dipusingkan oleh virus dan teman-temannya, itulah alasan saya menggunakan Linux. Bagi yang suka dengan hidup sederhana, Linux merupakan pilihan yang tepat. Pokoknya tak usah terbuai dengan harga-harga promo sistem operasi lain, cari aja yang gratis: Linux.

Saya membahas banyak mengenai sistem operasi ini. Saya juga melakukan pertukaran pikiran dengan mereka-mereka semua. Ternyata, beberapa di antaranya juga ada yang sudah menguasainya.

Pada salah satu halaman slide presentasi, saya menampilkan sebuah logo bergambar penguin. Kemudian, saya mencoba melemparkan pertanyaan kepada mereka semua, “Mengapa Linux itu identik dengan logo penguin?” Tak lama, ada salah satu mahasiswa yang berceloteh, “Saya tahu, pasti karena digigit penguin.” Hoho.. Saya kaget, saya pikir di antara mereka tidak ada satupun yang mengetahuinya, namun ternyata ada. Good..

Slide Presentasi Sistem Operasi
Tampilan Awal Slide

Kemudian saya balik bertanya, “Digigit penguin? Yakin? Bukankah seharusnya Linus Torvalds (si pembuat Linux) merasa jengkel karena telah digigit oleh penguin tersebut? Lalu buat apa dia menjadikan penguin sebagai maskotnya tersebut?”

Si mahasiswa tersebut tampak berpikir. Mahasiswa lainnya pun juga tak mau kalah, mereka mencoba berpikir lebih dalam dan lebih lelap lagi. Tapi tak satupun yang bisa menjawabnya, atau mereka ternyata pura-pura tidak tahu saja seperti kura-kura yang ada dalam perahu.

Sebenarnya jawabannya sederhana. Gigitan penguin tersebut ternyata telah membuat Linus Torvalds menjadi demam selama berhari-hari. Nah, dengan demamnya tersebut, Linus berharap agar pengguna Linux juga merasakan demam ketika menggunakan sistem operasi buatannya tersebut.

“Ooohhhh..” Hanya itu kata yang terlintas dari mereka.

Tux, Si Penguin
Tux, Si Penguin (Sumber: Buku Jasakom)

Unik sekali bukan kisah dibalik pemilihan logo penguin tersebut?

Setelah itu juga kami terlibat beberapa diskusi hal-hal yang berkaitan dengan sistem operasi tersebut. Dan ternyata, saya baru sadar bahwa kelas yang saya tutor ini adalah kelas unggulan di antara kelas-kelas lainnya. Ekspektasi saya pun menjadi bertambah, mungkin di pertemuan selanjutnya saya akan memberikan materi yang lebih liar lagi dari biasanya.

Tetap pertahankan semangat kalian.