Cara Install Printer HP 1515 di Linux

Awalnya saya ragu, printer HP 1515 dapat digunakan di Linux. Namun, setelah saya menyusuri lembah Google, saya menemukan sebuah pencerahan, printer dengan tipe tersebut ternyata juga bisa digunakan di Linux.

Kali ini saya akan berbagi bagaimana cara melakukan instalasi printer HP 1515 di Linux. Distro Linux yang kali ini saya gunakan yaitu Ubuntu 14.04. Berikut ini langkah-langkahnya:

Pertama, download terlebih dahulu aplikasi HPLIP di situs berikut. Setelah halaman tersebut terbuka, lalu klik tombol “Download HPLIP”

Buka aplikasi Terminal.

Lalu, jalankan perintah berikut untuk memulai proses instalasi HPLIP

hplip_ubuntu_quantal_6_thumb

Setelah itu, lalu akan ada pilihan untuk memilih mode instalasi. Pilih yang automatic.

hplip_ubuntu_quantal_1_thumb

Lalu, pilih remove and install.

hplip_ubuntu_quantal_2_thumb

Instalasi selesai. Restart komputer Anda.

Lalu, setelah itu akan muncul ikon aplikasi HP di bagian kanan atas.

hplip_ubuntu_quantal_3_thumb

Aplikasi sudah terinstall. Lalu sekarang coba koneksikan printer dengan komputer.

Kalau saya pribadi, printer saya sudah otomatis terkonfigurasi dengan baik. Kalau belum, coba tekan tombol ikon tambah untuk menambahkan device secara manual. Pilih next, next, lalu add printer.

hplip_ubuntu_quantal_4_thumb

hplip_ubuntu_quantal_5_thumb

Taraaa. Sekarang printer HP 1515 milik Anda sudah siap untuk digunakan.

Thanks to liberiangeek for your tutorial and screenshot. 🙂

Pastikan Tidak Ada Software Bajakan di Laptop Anda

Beberapa waktu yang lalu, gue berkesempatan untuk mendatangi sebuah toko komputer yang terletak di suatu tempat di wilayah Jakarta. Waktu itu memang gue berniat untuk membantu memilihkan saudara gue sebuah Notebook untuk membantu pekerjaannya sehari-hari. Iya, zaman telah berubah, waktu juga telah banyak berlalu, sehingga banyak orang yang tak bisa lepas dari komputer (dan teman-temannya) untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Sebagai pembeli, gue pun melihat-lihat terlebih dahulu dari satu toko ke toko lainnya. Gue juga ingin memastikan berapa harga pasaran untuk spesifikasi yang gue inginkan.

Sebuah pesan dari sang empunya toko. "Pastikan tidak ada software bajakan di laptop Anda"
Sebuah pesan dari sang empunya toko. “Pastikan tidak ada software bajakan di laptop Anda”

Ketika sampai pada salah satu toko, gue pun mulai tertarik melihat beberapa Notebook yang terjejer rapi di dalam sana. Gue pun memutuskan untuk melihat lebih jauh ke dalam dan singgah lebih lama di situ. Lalu, gue mulai melihat keunikan. Gue melihat logo Ubuntu tertempel rapih di salah satu Notebook yang ada.

“Gileee, keren juga, nihh…”

Tanpa pikir panjang lagi, gue pun langsung menanyakan seluk beluk adanya logo Ubuntu pada Notebook tersebut.

“Mas, itu kok bisa ada logo Ubuntu, sih, di situ?”

“Ohiya, itu memang salah satu produsen Notebook yang melakukan kerja sama dengan Ubuntu.”

“Lho, kok bisa, mas?”

“Iya, bisalahh.. Kan untuk mengurangi pembajakan. Apalagi angka pembajakan yang terjadi di Indonesia termasuk tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya.”

Nah, ini diaa.. Pemikiran seperti inilah yang gue ingin dengar dari para pengguna komputer. Banyak sekali orang yang gak sadar dengan melakukan pembajakan tersebut. Sudah tahu kan resikonya? Bisa berurusan dengan pihak yang berwajib, lohh.. Gue bukan menakut-nakuti, tapi ya gitu..

Kita juga patut menghargai seseorang yang telah bersusah payah membuat aplikasi tersebut. Sesama manusia ya saling menghargailah hehe. Kalau mau mencoba aplikasi yang berbayar tersebut ya silahkan gunakan yang versi trial, dan usahakan jangan membajak.

Kalau mau bermain aman, ya gunakan saja aplikasi-aplikasi alternatif. Ada banyak, kok.. Misalnya, bila kalian tidak sanggup membeli lisensi dari Microsoft Windows, kan sudah ada alternatifnya, yaitu Ubuntu. Bila kalian juga tidak sanggup membeli aplikasi Microsoft Office, ada juga aplikasi alternatifnya, yaitu LibreOffice. Soal performa, hmm, tak usah ditanya.. Tak kalah kok dengan aplikasi yang berbayar tersebut. Hehehe.

Sekarang Ubuntu mulai berteman dengan laptop-laptop baru.
Sekarang Ubuntu mulai berteman dengan laptop-laptop baru.

Hidup Open Source!

Note: Tulisan ini sudah pernah saya publikasikan di website sysfotech.com (13 Mei 2014). Berhubung domain webnya sudah expired, maka saya tulis ulang kembali di sini.

Konfigurasi Scanner Canon CanoScan LiDE 25 di Ubuntu Linux

SETELAH sekian lama “terlelap dalam mimpi”, akhirnya Scanner milik saya dinyatakan telah “terbangun dari tidur panjangnya”. Semoga saja performanya masih tetap OK dibandingkan dengan sebelumnya.

Sebelumnya, saya memang sudah seringkali menggunakan Scanner tersebut, dengan merek Canon tipe CanoScan LiDE25, di sistem operasi Windows. Karena drivernya pun telah disediakan di situs berikut. Saya tidak perlu lagi mengkonfigurasinya lebih lanjut, karena cukup menjalankan file installer driver-nya, dan double click pada program yang telah diinstalasi tersebut. Setelah itu, Scanner pun siap untuk digunakan.

Saya berencana untuk tidak menganaktirikan sistem operasi favorit saya, Ubuntu Linux. Oleh karena itu, saya pun mencarikannya beberapa referensi, agar saya tidak perlu berpindah OS pada saat ingin menggunakan Scanner di Ubuntu. Ohya, saya menggunakan Ubuntu versi 13.04.

Berikut langkah-langkah bagaimana mengkonfigurasi Scanner Canon CanoScan LiDE25 di sistem operasi Ubuntu Linux:

  • Hubungkan Scanner dengan komputer atau Notebook.
  • Buka Terminal, ketikkan perintah berikut.

$ sudo su

  • Cek Scanner, apakah sudah terkoneksi dengan baik.

# sane-find-scanner

  • Setelah itu akan muncul pesan. Itu menandakan bahwa Scanner telah terbaca. Lihat pada baris berikut.

found USB scanner (vendor=0x04a9 [Canon], product=0x2220 [CanoScan]) at libusb:001:005

  • Jalankan perintah di bawah ini untuk mencari file mana yang harus diedit.

# scanimage -L

  • Setelah itu akan muncul pesan berikut.

device `plustek:libusb:001:005′ is a Canon CanoScan LiDE25 flatbed scanner

  • Terdapat kata “plustek” pada pesan tersebut. Selanjutnya edit file plustek tersebut dengan menggunakan file editor favorit kalian, misalnya vim.

# vim /etc/sane.d/plustek.conf

  • Cari tulisan [usb] di dalam file plustek, ganti menjadi.

[usb] 0x04a9 0x2220

  • Jika sudah, maka jangan lupa disimpan.

Sampai pada tahap ini, Scanner telah terkonfigurasi dan siap untuk digunakan. Untuk mengujinya, yaitu:

  • Buka program Simple Scan. Kalian bisa mencarinya di dash menu yang ada di pojok kiri layar.
  • Klik icon scan yang ada pada toolbar program.
  • Selanjutnya Scanner mulai melakukan proses pemindaian.

Sudah berhasil, bukan? 🙂