Masih Muda, Tapi Kok Sudah Berkarya

Hari ini saya mendapatkan banyak sekali inspirasi dari sekumpulan orang. Yang menginspirasi memang bukan seorang bapak ataupun seorang ibu yang sudah merasakan banyak asam manisnya kehidupan. Tapi, kali ini saya diinspirasi oleh sekumpulan anak-anak muda.

Anak-anak muda ini pun bukan anak muda sembarangan. Anak muda ini telah memiliki berbagai macam pengalaman yang belum tentu dimiliki oleh anak-anak lainnya. Bukan hanya itu, berkat karya-karya yang telah mereka buat, mereka juga pernah mendapatkan berbagai macam penghargaan di bidangnya masing-masing.

Padahal masih muda, tapi kok sudah sehebat itu? Apa sih kira-kira resep rahasianya?

Dari keseluruhan pembicara pada acara sharing pengalaman yang saya ikuti, saya melihat satu kesamaan dari mereka semua. Mereka merupakan tipe orang yang sangat gigih dan pantang sekali menyerah. Hanya karena┬ásemangat lah, mereka bisa menelurkan karya-karya yang luar biasa hebatnya. Iya sesederhana itu. Karena “semangat” secara ajaib dapat menuntun kita dalam melangkah, yang tadinya kita takut untuk melangkah menjadi yakin seyakin-yakinnya.

Mahisa Ajy dan Baharuddin dari Manglesoft sedang sharing pengalaman
Mahisa Ajy dan Baharuddin (Manglesoft), serta Denmas dan Dennis (Lumachrome) bersiap untuk memberikan sedikit wejangan kepada adik-adik. (Cieilah adik-adik)

Saya, yang notabene “sedikit” lebih tua, pun menjadi malu sekaligus bangga terhadap mereka. Malu karena saya merasa kemampuan mereka jauh lebih terasah dibandingkan dengan saya sendiri pada seumuran mereka. Apa jadinya bila saya tak sesegera berbenah, mungkin saya bisa tertindas oleh mereka-mereka hehehe.. Saya pun juga bangga terhadap mereka. Siapa sih yang tidak bangga bila kita memiliki kawan-kawan yang “membanggakan” di bidangnya? Saya pun bangga, apalagi dengan niat mulia mereka yang mau berbagi pengalaman mereka selama ini. Luar biasa..

Untuk para jiwa-jiwa muda, cobalah untuk memanfaatkan waktu muda kalian dengan sebaik-baiknya. Karena jiwa muda itu adalah jiwa yang biasanya bebas untuk bereksplorasi kesana kemari. Temukanlah apa yang menjadi minat dan keunggulan kalian pada suatu bidang tertentu. Jangan bingung. Karena kuncinya hanya satu, yaitu jangan pernah sekalipun takut untuk mencoba. Pasti kalian akan menemukan jalan kalian sendiri suatu saat nanti. Percayalah.

Juga, jangan pernah takut dengan kritik. Karena kritik itu sifatnya membangun. Jika Anda merasa dijatuhkan dengan kritik-kritik yang diberikan kepada Anda, maka sampai kapanpun Anda tidak akan pernah maju. Jadikan kritik itu sebagai semangat untuk kemajuan Anda.

Sharing acara SITI
Inilah sekumpulan anak muda tersebut.

Teruntuk┬áManglesoft, Sysfotech, Lumachrome, PinkNoze Studio, Femmous, dan Manda Mila Budi. Kalian semua luar biasa. ­čÖé

Baca Buku: The Compass

The Compass
The Compass by Tammy Kling

My rating: 4 of 5 stars

Buku ini menceritakan tentang perjalanan seseorang bernama Jonathan yang sedang memiliki masalah di hidupnya. Ia lebih memilih untuk mengasingkan kehidupannya dengan bepergian ke berbagai tempat. Tanpa disadari ia bertemu dengan orang-orang baru yang mengajarkan mengenai arti kehidupan yang sebenarnya.

Ia mengira ini adalah sebuah kebetulan semata. Tapi nyatanya sesuatu di dunia ini ialah tak ada yang kebetulan. Semuanya sudah digariskan.

Marylin, seorang psikolog yang sedang sekarat. Di sisa waktunya ia memilih untuk melanjutkan mimpinya yang tidak kesampaian, yaitu menjadi fotografer. Ia menyendiri di gurun untuk membuat foto-foto terakhirnya.

“Karena tak penting apa pun yang kau cari dan temukan. Yang penting adalah kau membiarkan bakat dan pengetahuanmu tampil ke permukaan, supaya kau dapat menjalani tujuan hidupmu.”

“Kita datang ke dunia ini merasa berhak, seolah-olah kita telah diberikan buku panduan untuk hidup dengan jaminan sertifikat selama seratus tahun. Nyatanya , meski kita semua berharap akan hidup selama-lamanya, atau hidup mencapai seratus tahun, kita tidak memiliki jaminan akan mendapatkannya. Nikmatilah sebisa mungkin setiap hari.”

Pete, seorang lelaki yang (maaf) jalannya pincang. Ia memiliki beberapa tempat penginapan dan ia menjaganya sendirian. Ia juga memiliki gelar MBA.

“Nak, ada orang-orang yang dikirimkan kepada kita semua. Malaikat-malaikat, kau tahulah. Kita semua punya malaikat. Malaikat-malaikat pelindung.”

“Suatu tragedi sulit dijabarkan, tetapi bila kita memperhatikan para pemimpin, guru, dan filsuf, hidup mereka semua dicirikan oleh keterpurukan itu.”

Salomo, seorang bocah yang mengajari banyak hal. Ia adalah salah satu bocah yang memiliki jiwa tua (dewasa). Salah satu pelajaran yang diajarkan, yaitu kita bukanlah apa yang kita kerjakan, tapi kita adalah diri kita sendiri.

Toin dan Anja, sepasang kekasih yang ia temui saat datang ke Belanda.

“Penderitaan masa lalu itu sama seperti jangkar. Lepaskan saja!”

“Kita hanyalah manusia, dan sering melakukan kesalahan. Namun, kita harus tetap melanjutkan hidup.”

Setelah bertemu dengan banyak orang di berbagai negara tersebut, ia pulang ke negerinya untuk menyelesaikan permasalahan yang masih tersisa tersebut.

“Dengan semua tragedi ini pelajarannya bukanlah untuk menengok masa lalu, tetapi merasa bebas untuk menengok masa lalu. Bukan untuk melihat ke depan, tetapi merasa bebas untuk menatap ke depan. Pelajaran utamanya adalah hadir pada saat ini, berjuang dan menjadi sejahtera dan membangun kehidupan baru seperti apapun itu. Kadang-kadang, kehidupan baru ibarat serangkaian langkah bayi, tertatih selangkah demi selangkah.”

View all my reviews