Selamat Tidur, Wahai Anak Muda

Selamat tidur, wahai anak muda..
Bersantai sajalah.. Malam ini adalah malammu..
Lupakanlah segenap persoalan yang mungkin kerap mengganjal di pikiranmu..
Bersantai sajalah.. Lebih baik berpesta sejenak di alam mimpi..

Siapkanlah skenario-skenario terbaik sebelum engkau terlelap
Agar mimpi-mimpimu nanti menjadi lebih indah
Persiapkan dirimu dengan hal-hal menakjubkan yang mungkin saja akan terjadi

Mungkin nanti kau akan dipertemukan dengan seseorang
Seseorang yang selalu kau pikirkan
Yang selalu saja muncul di pikiranmu setiap kali kau melakukan sesuatu hal
Seseorang yang selalu kau nanti
Si pemiliki senyuman terindah yang membuat kau tak sanggup membalas senyumnya itu
Seseorang yang selalu kau rasakan setiap saat
Dan rasa ini selalu tumbuh terus menerus
Bahkan terkadang melebihi kadarnya, hingga engkau tak kuasa menahannya

Kejarlah mimpi-mimpimu..
Walau terasa berat, perjuangkanlah
Karena semangat anak muda tak mungkin selemah itu

Tutup pintu, lalu matikan lampu
Jangan lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa
Ucapkanlah terima kasih atas segala anugerah yang telah diberikan sampai hari ini
Berharap esok sebaik hari ini, bahkan lebih baik lagi

Selamat tidur, wahai anak muda..

sleep.
Sang pemimpi (sumber: https://www.flickr.com/photos/brianday/)

Selamat Malam. Hoaammm.

Sebuah pesan “Error Kampret !” di tengah malam. Eh, tidak di tengah-tengah, tapi posisinya sedikit ke kanan. Ke kanan dan masih terus saja berjalan dengan perlahan dan dengan pastinya.

Sebuah pesan penanda tidur. Melihat jam, tak terasa lembur. Padahal, tadi santai-santai dengan irama merdu yang terdengar dari dalam mesin radio.

Mata juga sudah berada di posisi antara membuka dan menutup. Hidung pun juga sudah kembang kempis.

Sudahlah, mungkin ini saatnya menekan tombol shutdown, dan merebahkan diri ke tempat tidur. Sudah waktunya untuk berpesta pora di tempat penuh mimpi dan berpetualang di dalam sana.

Selamat malam. Hoaammm..

Selamat Ulang Tahun Dunia

Cepat sekali ya rasanya waktu berlalu, tak terasa sekali kita sudah berada di tahun yang berbeda dari sebelumnya. Tahun baru, men. Semuanya harus baru dong yaa. 😀 Tulisan saya kali ini juga merupakan tulisan pertama di tahun yang baru ini. Yuk, lanjut..

Tahun baru itu berarti kita memulai segalanya lagi dari awal. Sebenarnya tidak dari awal juga, sih, melainkan melanjutkan sesuatu yang telah dijalani, tetapi dengan semangat yang berbeda dari sebelumnya, yaitu semangat yang baru. Dengan semangat yang baru dan penuh bara ini rasanya tepat sekali apabila kita menyempatkan waktu untuk membuat resolusi.

Resolusi ini penting sekali, karena bisa dijadikan target kita untuk meraih sesuatu di tahun yang baru ini. Seseorang yang memiliki resolusi berarti ia telah memiliki visi dan misi selama satu tahun ke depan dan juga tahun-tahun berikutnya. Ia telah memiliki suatu titik fokus yang seharusnya membuat dia semakin bersungguh-sungguh untuk dapat mencapainya tersebut.

Saya juga tak mau kalah seperti orang-orang lain yang telah memiliki beberapa resolusi. Saya juga memiliki daftar resolusi untuk mengarungi samudera kehidupan di tahun yang baru ini. Tentunya saya tak ingin menuliskannya disini, alasannya sederhana karena resolusi saya tidak semegah dan sekeren kalian. Hehe.. Bercanda, bukan itu sebenarnya. Saya menganggap ini adalah sebuah rahasia yang harus saya pegang agar saya tidak hanya sekedar mengucap, tetapi merenungkannya dan kemudian mengambil sebuah tindakan. Kalau bisa hanya saya dan Tuhan saja yang tahu. 🙂

Resolusi saya sebenarnya tak muluk-muluk. Saya juga masih menyantumkan hutang resolusi yang sebelumnya, yang ternyata belum sempat saya capai di tahun sebelumnya. Siapa tahu saja di tahun yang kelihatannya ceria ini bisa tercapai satu persatu. Semoga saja.

Selanjutnya, yang menjadi tantangannya adalah apakah kita sanggup, mempertahankan kesungguhan kita terhadap resolusi yang telah dibuat, atau tidak. Mungkin seperti peperangan, di awal tahun masih banyak prajuritnya, namun menginjak bulan-bulan berikutnya lama kelamaan banyak yang sudah gugur, kabur, dan lain sebagainya. Ini yang seharusnya menjadi catatan kita, supaya semangat kita tidak mengendur seiring berjalannya waktu.

Ohya, tak lengkap rasanya apabila saya belum mengucapkan selamat kepada “sang empunya hajat”. Selamat ulang tahun, dunia, yang ke-2014. Semoga di tahun yang baru ini semua kejahatan semakin berkurang, peperangan tidak ada lagi. Yang saya dan penghuni dunia lainnya inginkan adalah kedamaian yang tercipta dimana-mana, supaya kami bebas untuk melangsungkan hidup serta menggapai cita dan juga cinta. Ya, kurang lebih seperti itu.

Happy new year!
*Duarrrr – Sambil diiringi suara petasan*