Tantangan Pengaju Proposal

Ternyata memang tidak mudah mempresentasikan sebuah proposal. Perlu sedikit keahlian yang tepat untuk bisa memikat hati para client. Juga, sudah merupakan kewajiban pula untuk membuat para client tersebut merasa nyaman dengan apa yang kita jelaskan kepada mereka. Janganlah menggurui, itulah pelajaran yang hari ini saya dapat dari salah satu dosen pada mata kuliah tertentu.

Karena seharusnya yang diciptakan adalah suasana positif untuk menggugah hati client tersebut untuk menyetujui proposal kita. Alangkah baiknya apabila kita melakukan riset kecil-kecilan untuk mempelajari karakter client, agar semakin tercipta tek-tok yang membuat kita dan mereka menjadi semakin klop.

Proposal juga tak lepas dari peran biaya yang ada di dalamnya. Biaya itu tak boleh mengada-ada. Apabila ketahuan, maka akan sangat fatal sekali akibatnya. Iya fatal, tadi soalnya saya sempat mengalami hal tersebut. Mungkin terjadi kekeliruan yang tak disengaja, tapi sepertinya kekeliruan tersebut tak akan termaafkan. Namun, untungnya saja ini baru latihan. Bagaimana kalau hal tersebut benar-benar terjadi, ya? Kepercayaan yang dimiliki client mungkin akan berkurang terhadap kita, bahkan bisa saja client tersebut tidak akan pernah percaya lagi kepada kita. Ah, tidak…

Penjabaran yang jelas itu juga tak boleh dilupakan. Tak apa tak rinci, tetapi ya tadi, jelas.. Hal yang terpenting adalah bagaimana client menangkap apa yang sedang kita jelaskan tersebut.

Mungkin ini saja celotehan yang bisa saya bawa dari kampus.

Jaya terus teman-teman mahasiswa dan mahasiswi ku di seluruh Indonesia!