Study in Japan, Paparan dari Pegawai Puslitbang BMKG

Halo guys.

Pagi ini saya diundang oleh Puslitbang BMKG untuk mendengarkan paparan dari salah satu pegawainya yang sedang mengambil studi di Jepang, tepatnya di Tohoku University, Earth Science Department. Beliau adalah Mbak Asteria Satyaning Handayani. Salam kenal.

Saya hadir bersama Bu Uthry untuk mewakili Pusat Database di pertemuan ini. Sepertinya sisanya adalah orang Puslitbang semuanya.. Hehe.. Eh engga, ternyata tadi juga ada dari bagian Klimatologi. 🙂

Hadirnya kami dari Pusat Database, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberikan informasi terkait data BMKG yang bisa digunakan untuk bahan tugas akhirnya.

Beliau mengawali presentasinya dengan menceritakan pengalaman saat kuliah di Jepang. Tentang melewati 4 musim di sana. Tentang keseruan dan pengalaman-pengalaman yang tidak didapat di sini. Seru banget lhoo sepertinya.

Di Jepang, beliau dilatih untuk terus membaca paper ilmiah dan melakukan riset. Soalnya tiap pekan, katanya, tiap-tiap mahasiswa/i diwajibkan untuk menceritakan pengalamannya selama sepekan terakhir, terkait penelitian apa yang dilakukan dan paper apa yang sudah dibaca. Nah, ini merupakan budaya-budaya yang sangat bagusss untuk diterapkan.

Berbicara mengenai studi di luar negeri. Semenjak saya bekerja di BMKG, saya jadi tahu bahwa banyak pegawai BMKG yang mendapatkan kesempatan untuk bisa studi di luar negeri. Hmm.. Mungkinkah saya adalah satunya nanti? Masukin ke list impian dulu aja ya. 🙂

Namun, memang tak semua dapat langsung begitu saja melanjutkan studinya di luar negeri. Tentu ada tahap-tahap yang dilalui. Dari cerita Mbak Asteria tadi, tak semua yang mengajukan beasiswa itu lolos seleksi. Sebagai contoh, dari 8 orang yang diterima hanya 3. Perlu persiapan dan strategi jadinya. Pelajari dari sekarang. Hehe..

Berbicara mengenai salah satu peran BMKG, yang menyediakan informasi gempa bumi. Di Jepang pun juga ada, namanya JMA (Japan Meteorology Agency). Di jepang, katanya lebih hebat lagi. Masyarakat bisa mendapatkan informasi warning gempa bumi beberapa detik sebelum terjadi gempa. JMA dalam memprediksi getaran gempanya, bisa memprediksi sampai ke lokasi mana dampak dari gempa tersebut. Lalu masyarakat langsung mendapatkan notifikasi gempanya via SMS.

Menarik ya.

Ohya, beliau mengambil riset tentang: Analysis of the relationship between urban land use and torrential rainfall in Jakarta, Indonesia.

Akhir kata,

Semoga dimudahkan urusannya..

Tetap Dalam Perdjoeangan, Teman-Teman Semua.