Aku dan Keinginanku

Light Me Up
Nyala api semangat via https://www.flickr.com/photos/9247781@N02/3799692335/

Aku ingin pintar, makanya aku belajar. Aku pelajari apa saja yang ingin aku pelajari. Iya, itu hanya semata untuk memenuhi rasa ingin tahuku yang besar ini.

Aku ingin pandai. Tetapi yang pasti aku tak memilih cara berandai-andai. Aku harus mewujudkannya. Tak ada cara lain selain terus berusaha dan mewujudkannya.

Aku ingin memiliki wawasan yang luas. Oleh karena itu, aku geluti hobi membaca. Biar dibilang sok pintar atau apalah, aku tak peduli. Mereka tak tahu asyiknya membaca, ah lebih tepatnya “belum tahu”. Membaca itu dapat memperluas cakrawala pengetahuan. Sepertinya asyik bila menjadi orang yang berwawasan luas,¬†berbicara dengan siapapun pasti akan selalu nyambung.

Aku ingin kaya. Aku “ingin” menjadi orang kaya. Bukan.. Aku “harus” menjadi kaya. Kaya hati, kaya ilmu, kaya secara finansial, dan lain sebagainya. Dengan begitu, pasti tak ada alasan lagi bagiku untuk terus berbagi dan berbagi.

Aku ingin berhasil. Tapi, tetap, aku mementingkan proses, bukan hasil. Biarkan saja banyak orang berhasil di luar sana. “Jangan terlena. Aku tidak boleh terlena.” Aku terus memotivasi diriku seperti itu. Aku melihat mereka berhasil, tapi aku tidak sempat melihat perjuangan mereka sebelumnya. Tidak adil, bukan? Yang terpenting adalah aku harus menjaga fokus dengan jalan kesukesanku. Walau berliku, aku selalu yakin, aku pasti sampai di sana.

“Keinginan”-ku, teruslah memotivasi agar aku menjadi aku dengan segala keinginanku.

Kegiatan Berbanding Lurus dengan Wawasan

Semakin banyak kegiatan yang dilakukan, maka semakin banyak pula wawasan yang bisa dikumpulkan. Iya, benar sekali, karena memang saya merasakannya langsung.

Belakangan ini, saya banyak bertemu dengan berbagai macam jenis orang. Mereka memandang segala sesuatu dengan sudut pandangnya masing-masing. Saya, mau tidak mau, juga merasakan seolah-olah saya sedang berada di posisi mereka.

Kegiatan berbanding lurus dengan wawasan.

Kedisplinan, ketegasan, dan keramahan semuanya bercampur di situ. Yang terpenting adalah menempatkan beberapa sifat tersebut ke dalam tempat  yang memang selayaknya ditempatkan. Hal tersebut pasti menjadi tepat sasaran. Walaupun ada 1 atau 2 orang yang tidak bisa menerimanya, tapi ini merupakan langkah tepat yang seharusnya diambil.

Saya juga mengasah pendengaran saya, karena memang yang dapat saya lakukan adalah banyak-banyak mendengarkan. Informasi-informasi yang bertebaran di udara pun tak saya sia-siakan begitu saja. Saya coba mendekat, kemudian menangkap, dan terakhir mencernanya. Seringkali juga, saya tak mengerti apa yang sedang dibicarakan, dan sampai sekarang pun semuanya masih tetap menjadi pertanyaan di dalam benak saya. Hehe.. Ya, sepertinya perlu waktu untuk membiasakan ini semua.

Secara tidak langsung, hal ini pun memperkaya wawasan saya. Saya jadi tau hal ini, hal itu, dan lain sebagainya. Ya, walaupun hal-hal yang saya temui ini merupakan hal-hal kecil, tapi saya yakin hal ini dapat menjadi modal saya di masa depan. Pasti!