Bersepeda Mencari Udara Segar

Petang tadi, saat langit hampir saja gelap, saya memutuskan untuk berkeliaran keluar rumah, sekaligus mencari udara segar. Kali ini, saya berteman dengan satu buah sepeda roda dua, yang biasanya selalu tersimpan rapi di dalam rumah. Setelah sekian lama tidak bersama-sama, akhirnya kami disatukan kembali. Saya berniat untuk mencari suasana baru dengan mengitari komplek-komplek perumahan yang ada di sekitar.

Saat di perjalanan, ada sedikit perasaan senang yang timbul. Karena bisa menyaksikan lebih dekat mereka-mereka, yang sedang melangsungkan kegiatannya masing-masing, di sepanjang perjalanan. Beberapa dari mereka sibuk menyuapi makan anak kecil, yang masih terlihat lugu-lugu tersebut, saat saya melewati lapangan. Anak-anak tersebut berlari kesana- kemari dengan riang gembira, dan tampaklah senyum cerianya bersama dengan anak-anak lainnya.

Beberapa dari mereka juga ada yang asik bersenda gurau di basecamp-nya atau sering disebut tongkrongan. Mereka kelihatannya sedang menunggu gadis-gadis manis yang seringkali lewat di daerahnya tersebut. Kelihatannya seru, loh.

Lama tak mengayuh sepeda menyebabkan sedikit kendala juga. Apalagi saat menaiki tanjakan. Entah kenapa, sepertinya kayuhan sepedanya terasa lebih berat berkali-kali lipatnya. Butuh tenaga ekstra untuk sampai di atas. Dengan semangat, saya mencoba melaluinya dengan senang hati. Walau sedikit terpaksa, sih.

Sesampainya di jalan raya, saya mulai menyatu bersama pengendara-pengendara lainnya. Asyik sekali, saat mengetahui jalan raya tersebut sedang padat-padatnya, karena pada jam-jam seperti itulah waktunya mereka-mereka pulang dari tempat kerja dan mulai berdesak-desakkan di jalan. Saya hanya bisa tersenyum melihat keadaan tersebut. Saya mencoba ikut berbaur, tetapi saya mengambil sisi jalan dari jalan raya tersebut. Sehingga kemacetan yang ada pun dapat saya lewati dengan mudahnya. Ohya, tak lupa, sambil menertawakan kecil kemacetan yang terjadi tersebut. Hehe. Mungkin saat-saat saya berangkat dan pulang kuliah dan bermacetan-macetan di jalan, para penduduk sekitar pun melakukan hal yang sama, dengan menertawakan kemacetan yang terjadi tersebut. Ya, mau bagaimana lagi. “Kehidupan jalanan” kita kan tidak bisa lepas dari yang namanya kemacetan. Lagipula lebar jalanan hanya segitu-segitu saja, sedangkan pengendara di jalanan selalu bertambah dari hari ke hari. Ya, wajarlah.

Tak lupa, saya hampiri taman-taman yang biasanya banyak gadis-gadis yang berkumpul disitu. Mungkin karena langit yang sudah mulai terlihat gelap, hanya sedikit saja yang masih duduk manis disitu. Berarti harus mencari lagi waktu yang tepat. Mungkin di lain kesempatan.

Azan magrib mulai terdengar, beruntung, saya juga memang sedang menuju ke arah pulang. Saat sampai rumah, langsung merebah, kemudian melepas lelah. Haaahhhh.

The following two tabs change content below.

mahisaajy

PMG Ahli Pertama, Bidang Manajemen Database at BMKG
Seorang pemuda luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Tertarik dengan bidang ilmu komputer untuk memecahkan beberapa persoalan. Co-Founder Triglav ID dan Co-Founder METLIGO. Sejak tahun 2018 bekerja di BMKG di bagian Pusat Database.

Latest posts by mahisaajy (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *