Tertarik dengan Budaya Membaca Orang Jepang

Dari dulu, saya memang sudah tertarik dengan budaya membaca yang dimiliki oleh orang-orang jepang. Entah awal mula bagaimana saya mengetahuinya, saya kurang begitu mengingatnya, yang saya ingat adalah betapa menariknya budaya yang dimiliki orang jepang tersebut. Rasa penasaran saya muncul seketika, kemudian saya langsung mencoba mencari tahu lebih lanjut. Yang mengejutkan adalah budaya membaca ini diajarkan sejak kecil oleh para orang tua mereka. Kesadaran akan pentingnya membaca pun telah diajarkan kepada mereka sejak dini.

Girl Reading in the Crowd

Girl Reading in the Crowd (sumber: https://www.flickr.com/photos/geraldverdon/4978740492)

Masing-masing penduduk di Jepang memang memiliki kesibukannya masing-masing. Bahkan, dalam waktunya yang terbatas tersebut mereka masih meluangkan waktu untuk membaca. Karena keterbatasan waktu yang dimilikinya tersebut, banyak orang jepang yang membaca di tempat umum. Misalnya waktu membaca ketika dalam melakukan perjalanan pulang melalui kendaraan umum. Maka jangan kaget bila kalian datang ke sana dan melihat langsung fenomena tersebut. Walaupun sebenarnya saya belum pernah datang langsung ke Jepang dan hanya sekedar membaca kebiasaan-kebiasaan yang sangat positif yang dimiliki oleh orang Jepang. 🙂

Saya sendiri sebenarnya terheran-heran, kenapa bangsa Jepang bisa “sehebat” itu. Saya sendiri baru tau bahwa ternyata membaca sudah menjadi budaya dan kebutuhan orang-orang Jepang. Budaya membaca ini pun sudah dipupuk sejak dini kepada anak-anak mereka, dan mereka menyadarkan kepada anak-anaknya betapa pentingnya membaca.

Yang mengejutkan adalah budaya membaca ini diajarkan sejak kecil oleh para orang tua mereka. Kesadaran akan pentingnya membaca pun telah diajarkan kepada mereka sejak dini.

Di Jepang sendiri terdapat istilah Tachiyomi. Apa itu tachiyomi? Tachiyomi itu merupakan salah satu kegiatan membaca yang dilakukan sambil berdiri di toko buku. Iya, di negara kita, Indonesia, juga cukup tren sepertinya. Tachiyomi itu adalah kegiatan membaca gratisan di toko buku. Hehehe.. Di Jepang sendiri banyak toko buku yang menyediakan buku-buku yang plastik pembungkusnya sudah terbuka, sehingga dapat dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan kegiatan tachiyomi ini. Penjual toko buku ini pun banyak yang membiarkan begitu saja kegiatan tachiyomi ini. Ia tidak takut merasa rugi akibat banyaknya pembaca yang berniat membaca gratisan tersebut. Ia malah berprinsip, semakin ramai tachiyomi yang ada di tokonya maka semakin banyak kemungkinan orang tersebut membeli buku pada keesokan harinya atau hari lainnya. Harapannya adalah agar banyak yang berniat mampir ke toko bukunya tersebut. Mulia sekali.

Saya sendiri pun mulai menerapkan budaya membaca yang dilakukan orang-orang jepang tersebut sejak duduk di bangku kuliah. Saya memacu diri saya agar tetap haus akan ilmu. Saya malah membuat target kecil di jejaring sosial para pecinta buku, yaitu Goodreads, dengan menantang diri saya dengan membaca 25 buku dalam waktu 1 tahun di tahun ini. Apakah nanti akan tercapai? Kita tunggu saja gerak-gerik dari mahisaajy hehe 🙂

Saya berpesan, jadikan diri kalian agar selalu haus akan ilmu pengetahuan. Pendiri Apple, Almarhum Steve Jobs, pernah mengatakan, “Stay hungry, stay foolish”, yang artinya adalah tetaplah lapar dan tetaplah bodoh. Di dalam kata-kata bijaknya tersebut mengartikan bahwa kita harus merasa lapar dan merasa bodoh. Karena dengan begitu mau tak mau kita harus terus berusaha. Jangan cepat berpuas diri. Dunia ini begitu luas, masih banyak yang bisa dan harus kita pelajari. Stay hungry, stay foolish! 🙂

THE BOOK ESPERIENCE

THE BOOK ESPERIENCE (sumber: https://www.flickr.com/photos/mrtambourine1/5135161787)

On the train

On the train (sumber: https://www.flickr.com/photos/rovingisydney/4896834417)

The following two tabs change content below.

mahisaajy

PMG Ahli Pertama, Bidang Manajemen Database at BMKG
Seorang pemuda luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Tertarik dengan bidang ilmu komputer untuk memecahkan beberapa persoalan. Co-Founder Triglav ID dan Co-Founder METLIGO. Sejak tahun 2018 bekerja di BMKG di bagian Pusat Database.

4 thoughts on “Tertarik dengan Budaya Membaca Orang Jepang

  1. Meski telat, sejak masuk kuliah saya punya hobi baru: membaca.
    Gara-gara dengerin ceramah tentang pentingnya membaca, yg mengambil fakta-fakta tentang kebiasan membacanya orang Jepang ini.

    Di Goodreads sekarang udah jadi Librarian nih saya. 😎

    • Tidak ada kata terlambat. Maju terus. 🙂
      Nah iya, lewat goodreads juga membuat gw semakin termovitasi untuk membaca.

      Salam kenal agan arip. 🙂 Oia akun goodreads lo apa?

  2. I feel this really is among the most important information in my situation. And i am thankful understanding the post. Nevertheless ought to thoughts upon some typical troubles, Your website flavour is good, the particular content is really great : Chemical. Outstanding course of action, regards

  3. Informasinya sangat menarik. Saya sendiri sudah lama kagum dengan budaya membaca jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *