Logbook tidak serumit dari diari ataupun jurnal. Logbook hanya berisi poin-poin singkat, seperti kegiatan apa yang kalian lakukan, projek apa yang sedang dikerjakan, buku apa yang hari ini dibaca, dan lain sebagainya.

“The small details will help you remember the big details.”

Beberapa waktu lalu, saya membaca buku berjudul “Steal Like An Artist” yang ditulis oleh Austin Kleon. Bukunya sangat keren dan kreatif sekali. Bukunya disusun sedemikian rupa, sehingga yang membacanya pasti sangat mudah sekali untuk mencernanya. Tulisan-tulisannya pun tak sepadat buku pada umumnya, belum lagi banyak gambar yang memperjelas maksud setiap tulisannya. Hal itulah yang membuatnya menjadi semakin menarik dan berbeda.

Kali ini, saya tidak ingin membahas isi keseluruhan buku tersebut, yang ingin saya sharing adalah mengenai salah satu tulisan yang ada di dalam buku tersebut yang berjudul “Keep A Logbook”.

Contoh Logbook
Contoh Logbook (sumber: http://www.thegraphicrecorder.com/)

Just as you need a chart of future events, you also need a chart of past events. A logbook isn’t necessarily a diary or a journal, it’s just a little book in which you list the things you do every day. What project you worked on, where you went to lunch, what movie you saw. It’s much easier than keeping a detailed diary, and you’d be amazed at how helpful having a daily record like this can be, especially over several years. The small details will help you remember the big details.

Berdasarkan penjelasan di atas, yang saya kutip dalam buku “Steal Like An Artist”, logbook itu berbeda dengan diari atau jurnal. Logbook tidak serumit dari diari atau jurnal yang biasanya berisi curahan-curahan hati yang sangat panjang yang tertuang pada sebuah buku. 😀 Logbook hanya berisi poin-poin singkat, seperti kegiatan apa yang kalian lakukan, projek apa yang sedang dikerjakan, buku apa yang hari ini dibaca, dan lain sebagainya.

Semenjak itu, saya mulai memiliki kebiasaan menulis logbook ini. Biasanya setiap malam sebelum terlelap, saya menuliskan kejadian apa saja yang saya alami selama satu hari ini. Berhubung saya tergolong orang yang setiap harinya berkecimpung pada dunia teknologi informasi, saya menuliskannya dengan bantuan aplikasi yang ada pada smartphone. Namanya Flava.

flava-timeline
Aplikasi Flava

Dibandingkan dengan mengetik pada layar smartphone yang begitu kecil, sebenarnya lebih nikmat bila menulis di dalam buku fisik secara langsung. Emosi biasanya lebih tertuang dengan sangat jelas bila kita menggerakkan tangan-tangan kita dan menorehkannya pada secarik kertas. Hehe. Namun, saya sepertinya memiliki kendala sejak lahir. Model tulisan saya tidak semenarik tulisan-tulisan pada umumnya. Sangat artistik sih, tapi nanti takutnya jadi males sendiri bacanya. Karena faktor tidak mudah dibacanya itu lohh. Hehehe.

The small details will help you remember the big details.

Yuk, mari menulis logbook.

Koleksi Logbook milik Austin Kleon
Koleksi Logbook milik Austin Kleon (sumber: http://austinkleon.com/)
The following two tabs change content below.

mahisaajy

PMG Ahli Pertama, Bidang Pengembangan Database at BMKG
Seorang pemuda luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Tertarik dengan bidang ilmu komputer untuk memecahkan beberapa persoalan. Salah seorang Co-Founder Triglav ID dan Co-Founder Manglesoft (Laundry Application).

3 Replies to “Membiasakan Menulis Logbook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *