Takut Menjadi Diri Sendiri

Aku takut menjadi diriku sendiri. Aku sangat takut sekali dengan apa yang aku takutkan. Dengan hebatnya, aku menyembunyikan rasa takutku ini. Aku takut orang-orang lain tahu akan hal ini. Aku terlalu takut akan cemoohan mereka.

Aku ingin menjadi orang lain. Aku ingin melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Aku tahu, meskipun hal tersebut tidak cocok denganku. Tapi, aku ingin. Aku ingin dipuji. Aku terlalu haus akan pujian.

there's nothing to be afraid but you.
there’s nothing to be afraid but you.

Kasihan.

Tapi, aku tetap mencobanya. Aku penasaran.

Mulai ada pemberontakan yang sangat besar di dalam hati. Aku sadar, aku telah salah jalan. Aku berbalik, mencoba untuk menemukan jalan yang benar.

Menjadi seseorang yang bukan diriku sendiri memang tak ada gunanya. Semangatku mulai pudar. Melemah. Pengecut.

Aku bercermin, lalu aku tersenyum. Hmm, toh tak ada yang salah dengan diri ini. Lagipula, hidup adalah proses. Sebuah proses untuk belajar dan memperbaiki diri terus menerus. Tak ada yang salah. Kesalahan yang terjadi hari ini dan yang lalu masih bisa untuk diperbaiki. Pintu taubat masih terbuka sebelum nafas terakhir sampai di tenggorokan.

Aku juga teringat kepada orang-orang yang (maaf) memiliki keterbatasan. Hei, diriku masih jauh lebih beruntung dibandingkan dengan mereka. Betapa egoisnya aku. Aku memandang terlalu tinggi sampai-sampai aku melupakan orang-orang yang ada di bawahku.

Tuhan, terima kasih. Aku bersyukur.

Aku bangga menjadi diriku sendiri.

The following two tabs change content below.

mahisaajy

PMG Ahli Pertama, Bidang Manajemen Database at BMKG
Seorang pemuda luar biasa yang mempunyai hobi menulis, membaca, dan bermusik. Tertarik dengan bidang ilmu komputer untuk memecahkan beberapa persoalan. Co-Founder Triglav ID dan Co-Founder METLIGO. Sejak tahun 2018 bekerja di BMKG di bagian Pusat Database.

2 Replies to “Takut Menjadi Diri Sendiri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *